Dikatakan, BPOM akan mengawal proses uji klinik hingga register agar produk alami ini bisa bersaing dipasaran dan aman bagi masyarakat.
Dirinya juga mengapresiasi PT Agro Mitra Alimentare (AMA) yang memproduksi suplemen probiotik berbahan alam dan diharapkan ke depan mampu semakin berinovasi sehingga dapat terus berkembang.
[berita-terkait number=”3″ tag=”obat”]
“Di Jatim banyak akademisi berkualitas, khususnya di bidang kesehatan. Dari sana bisa kerja sama untuk pengembangan produk dengan berbagai inovasi. Saya yakin PT AMA bisa melakukannya,” kata Penny.
Sementara itu, Direktur Utama PT AMA, Ge Recta Geson, menyampaikan terima kasih dan bersyukur karena BPOM sudah secara resmi meluncurkan salah satu produksinya, PRO EM-1.
PRO EM-1 merupakan suplemen (konsentrat minuman sehat probiotik) yang berisi probiotik multi-strain, menguntungkan, hidup, aktif dan selaras dengan alam.
“Suplemen probiotik ini sebenarnya diproduksi bukan khusus untuk COVID-19, tapi lebih untuk regulasi dan modulasi sistem imun. Jika respons imun berlebih maka akan dikurangi, dan jika respons terlalu lemah maka akan dinaikkan, atau sampai seimbang,” katanya.
Namun, kata dia, karena saat peluncuran awal pada Maret 2020 bersamaan dengan awal masa pandemi COVID-19 dan terbukti bisa dikonsumsi sebagai pencegahan maupun terapi maka diteruskan.[rea]






