Malang (beritajatim.com) – Banjir yang menerjang Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, sudah surut, Minggu (16/10/2022). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, mulai fokus pada pembersihan lumpur yang berada di rumah-rumah warga terdampak.
“Tadi malam sudah surut, sejak sore sudah ada tanda-tanda mau surut. Saat ini tim masih berfokus pada pembersihan dan pengurasan sumur-sumur warga terdampak banjir. Dampak terkini hanya sisa sisa lumpur itu yang kita sedang pembersihan yang dilakukan bersama petugas gabungan,” ungkap Nur Fuad Fauzi, Kepala BPBD Kabupaten Malang, Minggu (16/10/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir”]
Fuad menegaskan, rumah terdampak banjir di Desa Sitiarjo sejak Sabtu (15/10/2022) sebanyak 533 rumah. Tersebar di 4 Dusun. yakni Dusun Krajan Kulon, Krajan Tengah, Krajan Wetan, dan Rowotrate.
Sedangkan titik banjir terparah ada di Dusun Rowotrate. Yaitu dengan jumlah 177 KK. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Material banjir berupa air dan lumpur sempat mengenangi rumah ratusan warga hingga ketinggian 1,5 meter.
“Dampak kerusakan rumah roboh tidak ada. Karena ini hanya banjir genangan, bukan banjir bandang,” papar Fuad, mantan Kabag Humas Pemkab Malang ini.
BPBD Kabupaten Malang menduga penyebab banjir di Sitiarjo juga dipicu adanya pasang air laut di perairan pantai.
“Dugaan penyebab karena intensitas air hujan tinggi ditambah air laut sedang pasang. Jadi air dari sungai ini tidak bisa masuk ke laut. Sehingga begitu jam 12 malam kemarin air laut sedang surut, baru air sungai yang meluap tersebut bisa langsung ke laut,” tegas Fuad.
Terkait intensitas hujan di Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Malang telah mendirikan posko-posko siaga bencana yang tersebar di wilayah rawan Banjir. Tersebar di Kabupaten Malang bagian Utara maupun Selatan.
“Jadi mulai tanggal 13 Oktober 2022 kemarin telah mengaktivasi 4 pos lapang di wilayah rawan banjir. Kita tempatkan personel, satu hari 2 shift. Ini untuk mempercepat bila ada laporan kejadian. Semua wilayah di Kabupaten Malang rawan banjir,” katanya.
Fuad menambahkan, sejauh ini BPBD Kabupaten Malang belum membutuhkan penambahan dana untuk mengatasi berbagai bencana alam. “Masih tetap sesuai kebutuhan yang ada sebanyak Rp 5 miliar dari belanja tidak terduga. Artinya tahun ini tidak ada penambahan,” Fuad mengakhiri. (yog/kun)






