Sidoarjo (beritajatim.com) – Beragam cara dapat dilakukan untuk mengisi musim liburan sekolah kali ini. Salah satunya dengan mengikuti sosialisasi dan edukasi bencana yang digelar melalui kolaborasi BPBD Jatim dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim di halaman Museum Negeri Mpu Tantular Jatim, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan yang ditujukan bagi pengunjung dan pengelola Museum Negeri Mpu Tantular di kawasan Buduran, Sidoarjo, ini berlangsung begitu semarak karena diisi sejumlah kegiatan, mulai dari pengenalan ragam jenis bencana di Jawa Timur, pengenalan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), simulasi bencana gempa bumi, hingga simulasi pemadaman kebakaran.
Kepala UPT Museum Negeri Mpu Tantular, Rica Puspita, mengaku senang dan berterima kasih atas kolaborasi dengan BPBD Jatim dalam kegiatan edukasi bencana tersebut. Menurutnya, pengunjung yang turut menjadi peserta dalam kegiatan ini sangat antusias.
Baginya, pengenalan kebencanaan bagi pengelola Museum Mpu Tantular dan para pengunjung penting dilakukan karena sejatinya museum saat ini tidak hanya menjadi tempat menyimpan naskah atau benda-benda bersejarah, tetapi juga merupakan ruang edukasi publik yang harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Saya lihat antusias pengunjung tadi sangat luar biasa, semoga bisa menjadi pengalaman dan bekal dalam membangun mitigasi dan kesiapsiagaan saat terjadi bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Arum, salah satu pengunjung asal Candi, Sidoarjo, juga mengaku sangat senang dengan pelajaran dan pengalaman yang didapat dari edukasi kebencanaan ini.
“Saya ini termasuk yang awam dengan ini. Akhirnya saya bisa kenal BPBD dan tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” ujar ibu rumah tangga yang hadir bersama anaknya ini.
Baginya, apa yang didapat dari pelatihan ini sangat menyenangkan. Karena itu, ia sangat berterima kasih atas pembelajaran kebencanaan tersebut.
“Terima kasih BPBD Jawa Timur, terima kasih Museum Mpu Tantular. Senang sekali sudah dapat mengikuti pelatihan ini,” ujarnya.
Hadir pula dalam kegiatan ini Forkopimcam Buduran, perwakilan Disbudpar Jatim, dan Tim Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) BPBD Jatim. (isa/kun)






