Sidoarjo (beritajatim.com) – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Delta menyatakan dukungan penuh kepada Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dalam mengusut tuntas berbagai skandal dugaan tindak pidana korupsi yang tengah ditangani. Pernyataan sikap ini dirilis sebagai bentuk komitmen moral gerakan mahasiswa dalam mendorong penegakan hukum yang profesional, objektif, transparan, serta bersih dari intervensi politik.
Korupsi dinilai sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang secara struktural menghambat pembangunan daerah dan berdampak langsung pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa mendesak agar setiap perkara yang telah memenuhi kecukupan alat bukti hukum wajib diseret ke meja hijau tanpa tebang pilih.
Koordinator Umum Aliansi BEM Delta, Sultan Saladin, menegaskan bahwa lembaga penegak hukum tidak boleh ragu atau surut selangkah pun dalam menghadapi para perampok uang negara, terutama yang berlindung di balik lingkaran kekuasaan.
“Kami mengutuk segala bentuk korupsi yang merugikan negara dan memiskinkan rakyat. Kami mendukung penuh Kortas Tipikor Polri untuk mengusut setiap dugaan tindak pidana korupsi secara profesional, objektif, dan bebas dari intervensi. Sepanjang telah didukung alat bukti yang cukup, tidak ada alasan untuk menghentikan proses penegakan hukum,” tegas Sultan Saladin dalam keterangan resminya.
Sultan menambahkan, elemen mahasiswa di Sidoarjo berkomitmen menjalankan fungsi kontrol sosial secara konsisten untuk mengawal dinamika pemberantasan korupsi. Meski bersikap kritis, aliansi mahasiswa memastikan tetap menghormati asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) serta koridor hukum acara pidana yang berlaku.
Di sisi lain, Aliansi BEM Delta juga menyerukan agenda persatuan kepada seluruh jajaran aparat penegak hukum di tingkat lokal Kabupaten Sidoarjo. Otoritas kepolisian, TNI, dan kejaksaan didorong untuk memperkuat koordinasi sektoral demi memelihara stabilitas sosial dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Sebagai perwujudan konkret dari komitmen tersebut, gerakan mahasiswa ini berencana menggelar forum diskusi strategis yang melibatkan Kapolresta Sidoarjo, Dandim 0816/Sidoarjo, dan Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo dalam satu meja dialog. Forum ini didesain sebagai ruang komunikasi kolaboratif guna memperkuat semangat guyub rukun dalam memproteksi kepentingan publik.
Sebagai informasi, Kortas Tipikor Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya saat ini tengah melakukan penetrasi penyidikan intensif terhadap sejumlah perkara dugaan korupsi berskala jumbo. Kasus-kasus tersebut berpusat pada tata kelola internal korporasi milik negara, di antaranya PT PLN (Persero), PT ASABRI (Persero), dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
Dalam rangkaian pengembangan penyidikan terbaru, tim penyidik gabungan dilaporkan telah melakukan penggeledahan paksa di sejumlah lokasi strategis serta menyita tumpukan barang bukti dokumen dan instrumen elektronik yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
Melalui pengawalan yang ketat, Aliansi BEM Delta berharap korps adhyaksa dan kepolisian dapat menjaga independensi kelembagaan secara mutlak. Transparansi penanganan kasus korupsi kakap ini dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan publik (public trust) yang sempat tergerus, sekaligus memberikan efek jera (deterrent effect) bagi para pelaku. [isa/ian]






