Sidoarjo (beritajatim.com) – Sekitar 350 perwakilan pendeta umat kristiani dari 38 kota/kabupaten se-Jawa Timur menyatakan dukungan untuk Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Suncity Sidoarjo, Jumat (11/10/2024).
Kegiatan yang dikemas sebagai Gerakan Bersama Membuat Selisih Kemenangan (GMSK) itu untuk merawat persaudaraan sejati untuk mendukung dan berbuat bisa memenangkan kembali pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dalam Pilgub Jatim 2024 ini.
Ratusan pendeta yang mempunyai banyak jemaah dalam setiap beribadah di masing-masing gereja itu, sudah bulat mendukung dan siap memenangkan Paslon nomor urut 2 tersebut.
“Kami siap untuk menyampaikan pada jamaah untuk mendukung kembali Ibu Khofifah, karena kinerjanya yang bagus. Selama kepemimpinan Ibu Khofifah, banyak manfaat yang didatangkan oleh Tuhan melalui kinerja lbu Khofifah,” ucap Pendeta Hani Prayoga.
Ia menegaskan, Khofifah adalah calon gubernur harapan dan dambaan rakyat semuanya. Mulai sifatnya yang rendah hati, mau melayani dan mau kerja keras untuk kesejahteraan rakyat.
“Kita bisa melihat data capaian kinerja beliau. Tingkat kemiskinan Jatim sudah turun secara signifikan. Pendidikan gratis, dan perhatian untuk umat kristen dan gereja sangat besar,” ujarnya.
Kordinator Pendeta se-Jatim Agus Susanto juga menilai sama dengan Pendeta Hari. Pendeta asal Sidoarjo itu mengungkapkan Khofifah adalah Menteri Sosial pertama yang berhasil menurunkan angka kemiskinan Indonesia hingga menjadi satu digit.

Sambung dia, mengapa di tahun 2019 pihaknya memberikan penghargaan Khofifah sebagai perempuan satu digit. Karena sejak Indonesia merdeka, kemiskinan Indonesia berhasil di bawah 10 persen baru di era Khofifah sebagai Menteri Sosial. “Sudah layak dan sepantasnya kepemimpinan Khofiah – Emil Dardak dilanjutkan,” paparnya dengan mendapat aplaus dari ratusan pendeta yang hadir.
Sementara itu, Khofifah menyampaikan terima kasih bahwa ada forum silaturrahim yang mempertemukan antara dirinya bersama para pendeta se Jatim.
Sejatinya, kata Khofifah, Cawagub Emil Dardak juga diajak datang. Karena ada keperluan lain, Emil tidak bisa ikut hadir di forum ini.
“Saya berharap banyak forum elemen strategis yang terkomunikasikan dengan baik, seperti komunitas umat Kristiani dari 38 kab/kota di Jawa Timur ini,” imbuhnya.
Masih menurut Khofifah, ratusan pendeta yang hadir di acara GMSK ini mewakili gereja, dan ada yang mewakili sinode dan denominasi. Hal ini menjadi penting untuk bisa membangun mutual understanding di antara semua elemen.
“Ketika mutual understanding sudah terbentuk maka akan muncul mutual trust. Dan akhirnya muncul respect. Muncul trust muncul respect ini dibangun kalau ada mutual understanding. Bahkan sampai ada yang sampai memasang standing banner yang berisi capaian-capaian lima tahun selama kepemimpinan saya. Ini saya nilai sangat luar biasa karena selama memimpin masyarakat juga mempunyai penilain sendiri apa yang telah saya dan Mas Emil kerjakan selama lima tahun lalu,” pungkasnya. (isa/ted)






