Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar bakti sosial (Baksos) dan Penanaman 1.000 pohon di Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Rabu (6/3/2024). Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-731 Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan yang bekerjasama dengan BPBD Provinsi Jawa Timur tersebut diawali dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati. Selanjutnya, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto menyerahkan secara simbolis bibit pohon kepada Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto tersebut.
Pada kesempatan itu, Bupati juga ikut melakukan aksi penanaman pohon di lereng Gunung Arjuno bersama Kalak BPBD Jatim Gatot didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko, Kepala UPT Tahura R Soerjo Ahmad Wahyu, Kepala BKPH Pacet Supriyono, Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yo’i Afrida.
Kepala perangkat daerah terkait serta jajaran Forkopimca Gondang. Selain menjadi rangkaian menyambut Hari Jadi ke-731 Kabupaten Mojokerto, pada pelaksanaan kegiatan tersebut juga menjadi upaya mitigasi Pemkab Mojokerto pasca kebakaran hutan dan lahan tahun 2023 lalu.
Kalak BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo’i Afrida dalam laporannya mengatakan, penanaman 1.000 pohon tersebut dilakukan pasca kebakaran hutan dan lahan serta dalam rangka rangkaian Hari Jadi ke-731 Kabupaten Mojokerto. “Tujuannya adalah kesiapsiagaan Kabupaten Mojokerto dalam penangganan pasca kebakaran hutan dan lahan,” paparnya.
Sekaligus, lanjut Kalak, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka pengurangan resiko bencana banjir dan tanah longsor. Kegiatan tersebut merupakan mitigasi kedua yang dilakukan BPBD Kabupaten Mojokerto. Apel dan penanaman 1.000 pohon tersebut diikuti BPBD Kabupaten Mojokerto, UPT Tahura, BKPH Pacet dan relawan.
“Sebelumnya dilakukan di lereng Desa Dilem. Kedepan diharapkan kegiatan serupa bisa dilakukan secara berkesinambungan untuk mencegah meluapnya Sungai Klorak yang terjadi pada 2017 silam,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengungkapkan, BPBD Kabupaten Mojokerto melaksanakan pencegahan dan mitigasi bencana di Kabupaten Mojokerto. “Kita tahun kemarin, saat musim kemarau, ada beberapa hutan di Kabupaten Mojokerto mengalami kebakaran hutan,” ujarnya.
Pada tahun 2023 di Kabupaten Mojokerto mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan seluas kurang lebih 1.800 ha yang meliputi hutan produksi, lindung maupun konservasi. Di sisi lain, dari pemetaan perlu dilakukan upaya penanaman pohon di daerah-daerah resapan air di Kabupaten Mojokerto.
“Penanaman pohon tersebut dilakukan sebagai upaya Pemkab Mojokerto untuk pencegahan terjadinya bencana hidrometrologi. Melalui program pembangunan, perlindungan masyarakat dari dampak bencana, penjaminan pemenuhan hak masyarakat yang terkena bencana serta pemulihan kondisi dari dampak bencana,” jelasnya.
Pemkab Mojokerto beserta seluruh elemen masyarakat memiliki tanggungjawab yang sama dalam menanggulangi suatu bencana dengan berbagai program pendukung. Dengan adanya penanaman 1.000 pohon ini, Bupati menilai, dapat menjadi salah satu upaya untuk memulihkan pasca bencana kebakaran hutan dan lahan serta pengurangan risiko bencana tanah longsor.
“Mengingat wilayah Kabupaten Mojokerto banyak terdapat potensi kerawanan longsor dengan kategori sedang hingga tinggi, salah satunya di Desa Begaganlimo. Pelaksanaan penanaman 1.000 pohon ini akan dilakukan secara bertahap selama 4 bulan berturut-turut, di bulan Maret, April, Mei, dan nanti diawal Mei sekaligus kita memperingati HUT Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.
Dengan dilaksanakannya kegiatan penanaman 1.000 pohon tersebut, diharapkan tidak hanya untuk mitigasi bencana, namun diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di daerah Desa Begaganlimo. Bupati berpesan agar seluruh masyarakat di Bumi Majapahit dapat menjaga dan melestarikan lingkungan guna mengurangi risiko bencana.
“Karena hutan merupakan sumber kehidupan dan penghidupan bagi seluruh masyarakat. Tapi intinya kita melakukan penanaman 1000 pohon ini sebagai upaya pencegahan bencana yang ada di Kabupaten Mojokerto dan di sisi lain juga menambah perekonomian masyarakat di tempat kita melakukan penanaman pohon ini,” jelasnya.
Bupati berharap semua kerja keras dan jerih payah semuanya dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto serta juga menjadi amal ibadah bagi semuanya. Diketahui dalam penanaman 1.000 pohon tersebut, terdapat empat jenis bibit yang ditanam yaitu 250 pohon durian, 250 pohon jambu, 250 pohon alpukat, dan 250 pohon kelengkeng. [tin/adv]






