Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum KONI Kota Surabaya, Hoslih Abdullah, mengakui bahwa target 200 medali emas dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 merupakan tantangan yang tidak ringan. Namun, ia tetap optimis bahwa kontingen Surabaya mampu mewujudkan target tersebut.
“Kalau dipikir-pikir memang berat. Tapi kita sudah melakukan komunikasi, konsultasi, proyeksi medali emas. Insyaallah bisa tercapai. Meskipun dalam proses pendaftaran ada beberapa persyaratan, mudah-mudahan tidak mempengaruhi perolehan medali,” ujar Hoslih saat ditemui di Balai Kota Surabaya, Jumat (14/6/2025).
Hoslih menjelaskan, sejumlah cabang olahraga (cabor) andalan masih diunggulkan untuk mendulang medali emas, seperti renang, judo, pencak silat, taekwondo, dan beberapa cabor baru yang menunjukkan potensi tinggi.
“Banyak cabor yang punya peluang emas. Artinya semua optimis, Insyaallah 100 persen bisa tercapai,” tegasnya.
Dukungan dan Reward Jadi Penyemangat
Menurut Hoslih, salah satu motivasi besar bagi para atlet Surabaya adalah dukungan reward yang dijanjikan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang dinilainya lebih besar dibanding daerah lain.
“Pak Wali sudah menyampaikan soal reward. Kalau daerah lain Rp 70 juta, kita lebih dari itu. Ini sangat memotivasi atlet. Belum lagi soal fasilitas penginapan yang juga lebih baik dibandingkan daerah lain,” imbuhnya.
Peta Persaingan dan Tekad Juara Umum
Meski begitu, Hoslih menyadari bahwa persaingan akan ketat karena hampir semua kota/kabupaten mengincar posisi puncak dalam klasemen medali. Ia menyebut Kota Malang, Sidoarjo, dan Kediri sebagai pesaing serius.
“Insyaallah semua daerah jadi saingan. Tapi target juara umum harus tetap milik Surabaya,” tegasnya.
Sebagai informasi, sebanyak 1.554 atlet, pelatih, dan official dari kontingen Porprov IX Kota Surabaya telah diberangkatkan langsung oleh Wali Kota Eri Cahyadi pada Jumat (13/6/2025) dari Balai Kota Surabaya. [way/but]






