Jember (beritajatim.com) – Bergabungnya Malik Risaldi, eks Madura United, ke Persebaya Surabaya dalam kompetisi Liga 1 Musim 2024-2025 disambut gembira Bonek. Malik dinilai bisa membawa warna dalam taktik permainan Persebaya.
“Malik Risaldi berpotensi melanjutkan penampilan ciamiknya bersama Persebaya. Ekosistem di Persebaya saat ini sangat mendukung hal itu. Mulai dari pelatih, rekan satu tim dan juga faktor di luar lapangan,” kata Dhion Prasetya, anggota Bonek Writers Forum dan founder StatsRawon, Rabu (19/6/2024).
Lahir di Surabaya, 23 Oktober 1996, Malik pernah bermain untuk Persela Lamongan, Gresik United, Aceh United, dan terakhir Madura United. Selama bermain untuk Liga 1 bersama Madura United, ia mencetak 13 gol dan 4 operan berbuah gol.
“Malik Risaldi ini tipikal winger (pemain sayap) yang disukai oleh skema Persebaya. Pergerakannya cair, shooting-nya bagus, pace-nya kencang. Malik juga dapat bermain di beberapa posisi: sayap, second striker, bahkan false nine. Sangat komplet,” kata Kukuh Ismoyo, analis taktik dari Bonek Writers Forum.
Pemain dengan kemampuan beragam ini disebut versatile atau serba bisa. Pemain seperti ini sangat dibutuhkan seorang pelatih untuk memainkan peran yang tak bisa dilakukan pemain lain dalam suatu pertandingan. Pemain versatile dibutuhkan, karena membuat tim bisa beradaptasi dengan karakter setiap tim lawan dalam setiap pertandingan yang berbeda-beda.
Michael Cox dalam buku The Mixer mencontohkan pelatih Manchester United Alex Ferguson yang menurutnya: ‘increasingly embraced the functional player – that versatile, disciplined, hard-working and tactically aware squad member who could be trusted to ‘do a job’.’
Menurut Cox, saat United kalah dalam sejumlah pertandingan kunci pada masa Eric Cantona, Ferguson sering kali menyesal karena tidak menggunakan Brian McClair, yang disebut sebagau ‘the understated and adaptable ‘brainy player’, who could play anywhere in midfield or attack’.
Belanda era 1980-an bisa memainkan Total Football karena kehadiran Ruud Gullit. Michael Cox menyebut ‘Gullit was an incredibly versatile player, comfortable operating in defence, midfield or attack’. Tak banyak pemain Belanda yang menguasai setiap posisi seperti Gullit.
Pendapat serupa dikemukakan Dhion. Menurutnya, kehadiran Malik bisa memberikan banyak opsi bagi pelatih Persebaya Paul Munster. “Selain bisa dimainkan sebagai winger kiri dan kanan, Malik bisa digunakan sebagai false nine, jika strategi membutuhkannya,” katanya.
Apalagi Malik dinilai juga punya visi, kecepatan, kecerdasan, penyelesaian akhir,dan kematangan “Malik bisa memberikan sumbangsih besar dalam Persebaya,” kata Dhion.
False nine adalah taktik yang hari ini banyak diterapkan tim-tim Eropa dan merupakan warisan dari Barcelona. Cox mendefinisikan false nine sebagai ‘an unconventional centre-forward being deployed as his side’s most advanced attacker but dropping deep into midfield’.
False nine memfungsikan penyerang tengah secara tak biasa, karena tak hanya berada di depan tapi juga turun jauh ke lini tengah tak ubahnya gelandang. Posisi ini kebalikan dengan penyerang model lawas yang digambarkan sebagai sosok yang tinggi, besar, kuat, dan menanti operan bola untuk mencetak gol. False nine lebih pada soal peran ketimbang individu pemain, dan Malik Risaldi memiliki semua syarat untuk melakukannya.
Kukuh tak terlampau terkejut dengan kemampuan Malik. Sejak bermain di Persela, Malik sudah diyakininya akan menjadi incaran tim-tim besar. “Benar saja sejak di Madura united, karirnya cukup cemerlang, hingga direkrut Persebaya. Saya kira, Persebaya tidak salah merekrut Malik Risaldi untuk penguatan skuat di musim depan,” kata pria berkacamata yang akrab disapa Beted ini. [wir]







1 Komentar
Kutunggu gol mu cak, getihmu ijo jiwa bonekmu wes onok ket cilik… WANI 🐊🐊🐊