Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggenjot program peremajaan dan perluasan lahan tebu untuk mendukung target swasembada gula nasional. Langkah strategis ini mencakup percepatan bongkar ratoon serta ekspansi lahan yang ditargetkan mencapai 5.000 hektar, Kamis (1/1/2026).
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan komitmen daerah dalam menjalankan agenda prioritas nasional, salah satunya peningkatan produksi gula. “Selain program seperti Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat, kami fokus pada penambahan luasan lahan dan bongkar ratoon tebu untuk mendukung ketahanan pangan,” jelas Nurul Azizah.
Program bongkar ratoon merupakan upaya peremajaan dengan mengganti tanaman tebu lama yang produktivitasnya menurun dengan bibit baru yang unggul. Hal ini diharapkan dapat mengoptimalkan hasil dan mengurangi ketergantungan impor gula.
Sinergi untuk Capai Target Nasional
Saat ini, usulan indikatif lahan untuk program tersebut di Bojonegoro mencapai 1.248 hektar, meski angka ini masih bersifat dinamis. Percepatan ini merupakan bagian dari target nasional di Jawa Timur seluas 70.000 hektare, yang memerlukan kolaborasi lintas sektor dan pemerintahan.
Untuk mendukung pendataan, telah diterjunkan 150 tenaga tambahaan untuk menginput informasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL). Nurul Azizah juga mengingatkan, penanaman wajib dilakukan di lahan yang telah memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS), yang nantinya akan melibatkan sekitar 1.600 penggarap di sekitar kawasan.
Berdasarkan pemantauan terkini, Bojonegoro telah memiliki sekitar 278 hektar lahan tebu aktif di kawasan hutan dengan produksi mencapai 18.000 ton. Potensi perluasan jangka pendek teridentifikasi seluas 239 hektar, dengan kesiapan realisasi hingga 500 hektar.
Sentra penanaman tersebar di Kecamatan Padangan, Tambakrejo, serta wilayah pengelolaan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro. Skema kolaborasi melalui Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) antara Perum Perhutani dan PTPN X menjadi tulang punggung pengelolaan.
Kualitas Produksi dan Kelestarian Lingkungan
Produktivitas lahan tebu Bojonegoro terbilang tinggi, dengan penggunaan varietas unggul yang mampu menghasilkan 80-100 ton per hektar. Hasil panen umumnya dipasok ke pabrik gula di wilayah Madiun.
Di tengah upaya peningkatan produktivitas, Pemerintah Daerah menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Program ini tetap mempertimbangkan kelestarian lingkungan, termasuk pemeliharaan kawasan hutan, penanaman pohon, dan kajian dampak lingkungan yang berkelanjutan.
Dengan langkah sistematis ini, Bojonegoro bertekad menjadi salah satu penyangga utama dalam peta ketahanan pangan dan swasembada gula Indonesia. [lus/suf]






