Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menganggarkan Rp7,4 miliar untuk melanjutkan program Angkutan Pelajar Gratis 2025. Program ini sempat terhenti sebelumnya karena masalah anggaran.
Peluncuran program ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah di halaman Pendapa Malawapati pada Kamis (6/3/2025) kemarin.
Menurut Kepala Bidang Angkutan Darat dan Sungai Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, Muhammad Aris Hidayatullah, sebanyak 91 unit Mobil Penumpang Umum (MPU) akan kembali beroperasi sebagai armada angkutan gratis pelajar. Armada ini akan melayani sekitar 1.500 pelajar di wilayah Bojonegoro.
“Data masih sama dengan tahun lalu, jadi belum ada penambahan jumlah pengguna maupun armada. Kami akan terus memantau data harian ke depan untuk melihat apakah ada peningkatan pengguna atau tidak,” ujar Aris, Jumat (7/3/2025).
Program Angkutan Pelajar Gratis 2025 juga tetap melayani 4 rute utama, sama dengan rute tahun sebelumnya. Yakni, Bojonegoro-Baureno, Bojonegoro-Padangan, Bojonegoro-Temayang, dan sekitar Perkotaan Bojonegoro.
Sementara Wabup Bojonegoro Nurul Azizah menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya inovasi dalam percepatan pendidikan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.
Pada tahun 2024, program angkutan gratis pelajar dibiayai melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jatim. Namun, di 2025, program tersebut telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp7,4 miliar.
“Program ini memberikan banyak manfaat, seperti memastikan anak-anak berangkat sekolah tepat waktu, mengurangi risiko kecelakaan, dan memberikan ketenangan bagi orang tua saat anak-anak mereka dalam perjalanan,” ujar Nurul Azizah.
Program tersebut, lanjut mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro itu, tidak hanya bermanfaat bagi pelajar, tetapi juga bagi pengusaha angkutan umum. MPU yang sudah ada tersebut dipakai sebagai armada untuk antar-jemput pelajar.
Nurul Azizah menegaskan bahwa program ini merupakan upaya untuk menciptakan kondisi menuju Indonesia Emas dengan menjadikan SDM unggul sebagai prioritas. “Program ini juga mendisiplinkan siswa, meningkatkan efektivitas belajar, mengurangi kepadatan lalu lintas, dan menekan angka kecelakaan khususnya di kalangan pelajar,” tambahnya.
Dengan dilanjutkannya program Angkutan Pelajar Gratis ini, Pemkab Bojonegoro berharap dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara, Pengawas Satuan Pelayanan (Satpel) Terminal Type A Rajekwesi Bojonegoro, Budi Sugiarto menyatakan apresiasinya atas diluncurkannya kembali program ini. Program itu menurutnya bisa meramaikan terminal dan mendongkrak semangat pengusaha angkutan umum.
“Terutama yang menggunakan kendaraan jenis elf yang sebelumnya lesu,” ungkap Budi.
Selain itu, lanjut Budi, syarat teknis dan administratif yang harus dipenuhi oleh armada angkutan pelajar gratis juga mendorong pengusaha untuk memastikan kendaraan mereka layak operasional. [lus/beq]






