Ringkasan Berita:
- Bogasari Baking Center Surabaya kembali melatih enam guru kuliner SMKN 3 Kediri dengan tema pembuatan makanan sehat berbasis terigu dan pangan lokal.
- Total 12 guru telah mengikuti pelatihan pada dua gelombang, dengan gelombang ketiga dijadwalkan berlangsung setelah semester baru.
- Materi pelatihan akan diterapkan kepada 432 siswa dan mendukung pengembangan Teaching Factory (TEFA) serta kewirausahaan di SMKN 3 Kediri.
Kediri (beritajatim.com) – Komitmen mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi terus dilakukan Bogasari melalui program Bogasari Mengajar. Sebagai bagian dari kerja sama dengan SMKN 3 Kediri, Bogasari Baking Center (BBC) Surabaya kembali menggelar pelatihan bagi enam guru jurusan kuliner pada 3-4 Juni 2026.
Pelatihan kedua ini mengusung tema Pembuatan Makanan Sehat dengan enam resep, yakni Whole Wheat Toast, Vegan Bread Blueberry Oat Milk Custard, Korean Garlic Cheese Bread, Donat Tape, Pumpkin Cotton Roll Cake, dan Cassava Cake.
Tiga resep terakhir secara khusus memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai bentuk penguatan kearifan lokal dalam pengolahan makanan berbasis tepung terigu.
Sebelumnya, pelatihan tahap pertama telah berlangsung pada 28-29 Januari 2026 dengan tema Pembuatan Makanan Kekinian. Saat itu, enam guru lainnya mendapatkan pelatihan pembuatan Bomboloni Mochi, Croissant, Fruit Danish, Brownies Burn Cheese Cake, Rose Lychee Pudding, dan Matcha Cotton Roll Cake. Seluruh materi pelatihan dipandu oleh Chef Senior Bogasari Baking Center, Hadi Haudi.
“Jadi total sudah 12 guru jurusan kuliner dari SMKN 3 Kediri yang dilatih di Bogasari Baking Center. Pelatihan gelombang ketiga akan kita lakukan di tahun ini juga setelah masuk semester baru nanti. Tema pelatihan tetap disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dalam rangka pengajaran dan potensi pengembangan produk Teaching Factory (TEFA) SMKN 3 Kediri,” jelas Bagus Tri Ardiyanto, Manajer Human Resource Divisi Bogasari Pabrik Surabaya dalam siaran pers, Jumat (5/6/2026).
Selain pelatihan, kerja sama selama satu tahun tersebut juga mencakup validasi kurikulum Project Based Learning melalui Teaching Factory, program magang guru, Praktik Kerja Lapangan (PKL), penyediaan guru tamu dari industri bakery, serta kunjungan industri bagi guru dan siswa.
Koordinator Guru SMKN 3 Kediri, Agus Syafruddin, mengatakan seluruh materi yang diperoleh para guru akan ditransfer kepada 432 siswa jurusan kuliner secara bertahap sesuai jenjang pendidikan. Materi dari BBC akan diintegrasikan ke dalam kurikulum berdasarkan tingkat kelas.
Kelas XI akan difokuskan pada pembelajaran fusion pastry dan bakery, sedangkan kelas XII mempelajari produk bakery untuk kebutuhan khusus, termasuk menu diet.

“Khususnya dalam mata pelajaran pastry and bakery, karena sangat banyak teknik dan ilmu baru yang kami para guru dapatkan saat pelatihan di BBC. Melalui pelatihan ini, kami para guru berterima kasih kepada Bogasari karena banyak dapat update dalam hal pastry dan bakery dari sisi industri. Ini yang juga harus diketahui dan dikuasai oleh para siswa,” ujar Agus yang telah 22 tahun mengajar di jurusan kuliner SMKN 3 Kediri.
Ilmu yang diperoleh dari pelatihan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengembangkan produk Teaching Factory (TEFA) Kuliner di sekolah. Salah satu contohnya terjadi pada Ramadan lalu ketika siswa berhasil memproduksi sekitar 700 toples kue kering, seperti nastar, chocochip, lidah kucing, dan cokelat karamel.
“Alhamdulillah berhasil mendapat omset sekitar Rp 35 juta. Tapi bukan itu yang utama, karena tujuannya lebih pada melatih jiwa dan kemampuan wirausaha para siswa. Karena tidak semua mampu melanjutkan kuliah, tapi juga bisa buka usaha,” harap Agus.
Ke depan, SMKN 3 Kediri juga berencana mengembangkan produk inovatif TEFA Kuliner “Adiwangsa”, seperti Donat Prasmanan yang memungkinkan siswa memilih sendiri aneka topping saat pembelian. Selain itu, terdapat produk Mie Sehat berbahan campuran terigu dan bayam dengan topping ayam pedas yang menjadi favorit siswa.
Chef Hadi Haudi menyatakan dukungannya terhadap pengembangan menu berbasis pangan lokal. Menurutnya, Bogasari telah memiliki berbagai inovasi resep yang memadukan terigu dengan bahan pangan Nusantara, seperti Flaky Taro, Burnt Fermented Cassava Cheese Cake, Banana Brownies Cake, Crunchy Durian Choux Paste, hingga Donat Telo.
“Yang pasti kelebihan tepung terigu adalah mudah dan potensial untuk diolah dengan panganan lokal nusantara. Terigu sangat bagus untuk mengangkat derajat ekonomi produk pertanian lokal kita. Dan tidak sedikit UKM mitra Bogasari yang berhasil menjadikannya sebagai piluhan usaha, bahkan oleh-oleh khas daerah,” tegas Chef Hadi. [suf]






