Surabaya (beritajatim.com) – Baitulmaal Muamalat merespons cepat serangan terbaru di Palestina dengan mengirimkan delegasi untuk menyalurkan bantuan langsung kepada para pengungsi Palestina di Yordania pada Senin (24/03). Langkah ini merupakan komitmen nyata dalam mendukung kemanusiaan dan memastikan bantuan dari masyarakat Indonesia tersampaikan dengan baik.
Dalam program distribusi ini, Baitulmaal Muamalat mengutus Eka Prasetya (Videografer Baitulmaal Muamalat) dan Zainul Muttaqin (Kepala Perwakilan Baitulmaal Muamalat DIY) untuk turun langsung ke Kamp Pengungsian Palestina di Yordania. Kehadiran tim ini bertujuan memastikan bantuan tersalurkan dengan optimal dan tepat sasaran.
Sebelumnya, pelepasan tim ekspedisi telah dilakukan dalam sebuah acara doa bersama di Muamalat Tower pada Sabtu (22/03). Acara tersebut dihadiri oleh Imam Teguh Saptono (Direktur Bank Muamalat Indonesia), Karno (Direktur Kepatuhan Bank Muamalat Indonesia), dan Syafii Antonio (Profesor Ahli Perbankan Syariah).
Dalam kesempatan ini, Zainul Muttaqin menegaskan bahwa menyalurkan bantuan ke wilayah konflik seperti Palestina bukanlah tugas mudah. Namun, Baitulmaal Muamalat berkomitmen memastikan setiap donasi dari masyarakat Indonesia tersalurkan dengan baik.
“Lewat program ini, kami ingin memastikan setiap rupiah yang diamanahkan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan,” ujar Zainul.
Bertajuk “EKSPEDISI #1, Bersama Membangun Mimpi Palestina,” distribusi bantuan ini bertujuan memperkuat kepercayaan masyarakat serta mitra Baitulmaal Muamalat bahwa setiap dana yang terkumpul akan didistribusikan langsung kepada warga Palestina yang membutuhkan.
Mengambil momentum 10 hari terakhir Ramadhan, bantuan yang disalurkan meliputi paket makanan berbuka puasa, hantaran Lebaran, hingga zakat fitrah yang dihimpun dari masyarakat dan mitra Baitulmaal Muamalat.
Sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023, serangan Israel ke Gaza telah menelan lebih dari 50.000 korban jiwa, mayoritas perempuan dan anak-anak. Wilayah Gaza pun hancur akibat serangan brutal, dengan bangunan fasilitas umum rata dengan tanah, memaksa warga mengungsi ke kamp-kamp darurat.
Meskipun kesepakatan gencatan senjata sempat tercapai pada 19 Januari, Israel kembali melancarkan serangan ke Gaza pada 19 Maret, menyebabkan lebih dari 400 korban jiwa dan memblokade bantuan kemanusiaan.
Eka Prasetya, salah satu delegasi Baitulmaal Muamalat yang berangkat ke Yordania, mengungkapkan bahwa pasca gencatan senjata, warga Palestina sempat kembali ke rumah mereka dan berusaha memulihkan diri dari trauma. Namun, serangan terbaru kembali memaksa mereka mengungsi.
“Kami ingin memberikan informasi akurat mengenai kondisi terkini warga Palestina di kamp pengungsian. Aksi kemanusiaan ini juga menjadi bukti transparansi Baitulmaal Muamalat kepada masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka serta membuktikan bahwa masyarakat Indonesia selalu ada untuk Palestina,” ujar Eka. (aga/ted)






