Tuban (beritajatim.com) – Gempa bumi menyerang wilayah perairan Timur Laut Tuban sebanyak tiga kali sejak tanggal 2–3 Januari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tuban memastikan gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami, meski gempa dari pertama hingga susulan ketiga mengalami kenaikan magnitudo.
Adapun gempa bumi pertama terjadi pada tanggal 2 Januari 2026 sekitar pukul 05.08 WIB sebesar 3,0 magnitudo dengan kedalaman 3 kilometer. Kemudian disusul pada tanggal 3 Januari 2026 pukul 01.06 WIB dini hari dengan kekuatan 3,5 magnitudo dan kedalaman 10 kilometer, serta susulan ketiga pada pukul 09.12 WIB sebesar 4,9 magnitudo dengan kedalaman 10 kilometer.
Kepala BMKG Stasiun Tuban, Mochammad Nur, mengatakan bahwa berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa bumi 4,9 magnitudo berada pada koordinat 5,83 LS; 112,45 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 127 kilometer arah Timur Laut Tuban. Gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut.
“Gempa bumi ini dirasakan di Tuban dan Bawean dengan skala intensitas II–III MMI, yakni dirasakan seperti terdapat truk bermuatan yang melintas,” ujar Mochammad Nur, Sabtu (03/01/2026).
Namun hingga sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan adanya dampak kerusakan akibat gempa bumi tersebut. Hasil monitoring BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. “Hasil permodelan tidak menunjukkan gempa bumi ini berpotensi tsunami,” terang Nur, sapaan akrabnya.
Sementara itu, sejumlah masyarakat ada yang merasakan getaran dan ada pula yang tidak. Seperti halnya Ifa, warga Kecamatan Jenu, yang mengaku cukup merasakan getaran gempa. Namun, suaminya tidak merasakan hal serupa. “Saya kerasa karena agak goyang, tapi saya tanya yang lain tidak ada yang merasakan, lalu saya lihat ada info kalau memang benar ada gempa,” kata Ifa. [dya/kun]






