Kediri (beritajatim.com) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) mencegah terjadinya stunting atau gangguan tumbuh kembang anak. Kerja bareng dua lembaga yang diwujudkan melalui penandatanganan memorandum of understanting (MoU) itu dalam upaya mewujudkan program Indonesia Emas tahun 2045.
Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengungkapkan rasa senangnya setelah meneken kesepatakan antara BKKBN dengan LDII. Menurutnya, kerjasama dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa dengan menggandeng LDII merupakan sebuah langkah yang strategis. Sebab, beberapa program di LDII sudah termasuk menjadi dari program BKKBN antara lain bina keluarga remaja, bina keluarga balita, cabai rawit dan generus.
“Pembinaannya betul-betul memang kita ingin generasi muda kita sehat, bahwa yang terbaik bagi bangsa kebangsaan, agama, pendidikan dan kesehatan,” terang Hasto Wardoyo di Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri, Jawa Timur, pada Sabtu (27/7/2024).

Penandatanganan antara BKKBN RI dengan LDII tersebut terjadi dalam agenda Webinar Pengenalan, Penyebab, dan Pencegahan Stunting Menuju Terwujudnya Generasi Sehat dan Cerdas, Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso mengatakan, kegiatan tersebut untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan berkolaborasi dengan pihak pemerintah agar generasi kedepan tetap terjaga.
“Maka saya bersyukur sekali dan ini sengaja Kita gaungkan secara nasional. Tujuannya ada tindakan implementatif sampai dengan jajaran dibawah. Kita tidak hanya berharap ini hanya di atas kertas namun harus dilaksanakan sehingga betul-betul generasi penyiapan generasi ini menyeluruh di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Sebelumnya, LDII juga telah mencanangkan gerakan dengan Dinas Pendidikan satu Kecamatan satu PAUD yang juga dalam rangka penyiapan generasi penerus.
Di tempat yang sama, Ketua Ponpes Wali Barokah Kediri KH. Sunarto menyambut baik acara yang diinisiasi DPP LDII ini sebagai upaya pencegahan stunting sekaligus banyak manfaat yang bisa dirasakan terutama bagi orang tua.

“Kemudian para santri dan anak-anak binaan yang berada di pondok pesantren ini kedepan karena memang tujuannya adalah ingin membangun agar anak-anak kita menjadi anak yang sehat dan cerdas, maka perhatian kita khususnya di pondok ini tetap upaya perbaikan gizi dan nutrisi selalu diperhatikan,” tegasnya.
Masih kata KH Sunarto, dari dulu menu yang diberikan kepada para santri Ponpes Wali Barokah yang mencapai 3.500 orang sudah memenuhi standar. Selain itu, pihaknya juga tetap bekerjasama dengan instansi terkait, terutama Puskesmas Pesantren 2 agar secara periodik memberikan sejumlah obat-obatan dan penambah darah bagi para santri. [nm/kun]






