Gresik (beritajatim.com) – PT Dharma Graha Utama bertekad meneruskan tren positif tingkat hunian hotel dan mall di Kota Gresik. Memasuki tahun 2024, perusahaan yang mengoperasikan hotel (Aston Inn) dan mall (Gresmall) tersebut menyiapkan sejumlah strategi dan target bisnisnya.
Dirut Dharma Graha Utama (DGU) Erwin H.Poedjono menuturkan, menghadapi tahun 2024 pihaknya berusaha melakukan peningkatan kenyamanan, dan kepuasan pelanggan sebagai kunci utama menuju pelayanan yang berkelanjutan.
“Kami percaya memprioritaskan kenyamanan dan kepuasan pelanggan adalah kunci untuk membangun hubungan jangka panjang yang kuat dan berkelanjutan,” tuturnya, Jumat (16/02/2024).
Ia menambahkan, selama tahun 2023 kontribusi bisnis perhotelan dan mall cukup signifikan. Kendati untuk mall-nya lebih berjuang lagi. Sementara hotel memberikan prosentase sebesar 15 persen dengan holding yang lain dari seluruh bisnis DGU. “Melalui inovasi dan kepuasan pelanggan serta kenyamanan. Kami optimis bisnis perhotelan dan mall kontribusinya bisa meningkat lagi,” imbuhnya.
Lebih lanjut Erwin mengatakan, guna mendongkrak tingkat okupansi mall di tahun 2024. Pihaknya akan memperbanyak event-event yang menarik. “Itu cara strategi mendongkrak okupansi serta tidak lupa meningkatkan kepuasan pengunjung saat berbelanja di mall,” katanya.
Sementara itu, owner serta penasehat DGU Bambang Harjo Soekartono menyatakan dari sisi ekonomi di Kabupaten Gresik sebenarnya sudah baik. Namun, tingkat daya beli masyarakat agak menurun pasca covid 19 yang menjadi rentetan selama dua tahun.
“Secara trafik banyak masyarakat yang berkunjung ke mall. Tapi daya belinya masih menurut. Sehingga berdampak pada tenant yang meminta harga sewanya diturunkan. Ini bukti bahwa daya beli belum kembali pulih,” ungkapnya.
Masih menurut Bambang Haryo, terkait dengan itu dirinya mengusulkan kepada pemerintah pusat memberikan insentif kepada pelaku usaha menengah (tenant) karena termasuk UMKM karena pendapatannya tidak lebih dari Rp 50 miliar. “Saya mengusulkan pelaku usaha tersebut diberi perlakuan khusus dari perbankan agar perekonomian di tingkat pelaku usaha menengah tetap berjalan,” pungkasnya. [dny/kun]






