Kediri (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Lingkungan Hidup di Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri, pada Senin, 24 November 2025, guna memperkuat tata kelola lingkungan pesantren sekaligus mematangkan persiapan menuju predikat Eco Pesantren Pratama. Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Khusnul Arif serta DLHKP Kota Kediri untuk memberikan pendampingan langsung sesuai regulasi terbaru.
Analis Kebijakan Teknis DLH Provinsi Jawa Timur Barikul Haq menjelaskan bahwa program Eco Pesantren awalnya diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada 2006, namun sempat vakum hingga 2012. Provinsi kemudian mengaktifkannya kembali mulai 2021 dan hingga 2025 telah mencatat hampir 60 pesantren penerima penghargaan kategori rintisan maupun pratama.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkewajiban memberi pendampingan kepada institusi yang telah menjalankan perilaku ramah lingkungan, termasuk Ponpes Wali Barokah yang tahun ini menerima bantuan sarana pengelolaan sampah serta fasilitas pendukung lainnya.
“Kami akan melakukan monitoring untuk memastikan kegiatan ramah lingkungan yang sudah dilakukan Wali Barokah tetap berjalan, sekaligus bimtek agar aksi lingkungan di ponpes sesuai regulasi,” jelasnya.
Tahun ini terdapat 52 pengusulan Eco Pesantren di Jatim, dengan sekitar 40 memenuhi syarat penghargaan dan menunggu pengesahan SK Gubernur Jawa Timur.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Khusnul Arif menambahkan bahwa penerapan Eco Pesantren menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya bersih, disiplin, dan peduli lingkungan di pesantren. Ia menyebut Ponpes Wali Barokah dapat menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang memberi efek getok tular bagi masyarakat.
“Ketika eco pesantren berjalan baik, tata kelola lingkungan akan semakin bagus. Ini akan membantu pemerintah dalam pengelolaan sampah dan ekosistem secara menyeluruh,” ujarnya. Ia juga mendorong sinergi DLH provinsi, kota, dan kabupaten untuk intens turun lapangan agar pendampingan lebih optimal.
Ketua Ponpes Wali Barokah Kediri KH. Sunarto menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan pemerintah. Ia menegaskan bahwa budaya peduli lingkungan sebenarnya sudah lama menjadi tradisi pondok, sehingga bimtek ini memperkuat pemahaman regulasi dan ketentuan terbaru.
“Sebelum program itu dibuat pemerintah, kami sudah mengawali dalam banyak hal. Dengan bimtek ini kami memperoleh informasi penting soal tata kelola lingkungan hidup di pesantren,” tutur Sunarto.
[irp posts=”1442836″ ]
Sebelumnya, Ponpes Wali Barokah menjadi salah satu dari delapan nominator penghargaan Eco Pesantren 2025 dari DLH Provinsi Jatim. Pada 17 November 2025, pesantren ini menjalani verifikasi daring di Wisma Tentram yang dihadiri pimpinan pondok, DLHKP Kota Kediri, dan 3 Pilar Kelurahan Burengan.
Wakil Ketua Ponpes Agung Riyanto yang juga Ketua LDII Kota Kediri menyebut bahwa budaya kerapian, kebersihan, dan kedisiplinan sudah menjadi rutinitas santri sejak awal pondok berdiri. “Seandainya pun tidak ada penilaian, kami sudah terbiasa seperti ini,” tegasnya.
Dengan rangkaian pendampingan dan penilaian tersebut, Ponpes Wali Barokah kini semakin dekat dengan predikat Eco Pesantren Pratama yang dijadwalkan terbit dalam waktu dekat. [nm/aje]






