Surabaya (beritajatim.com) – Hacker Bjorka tengah menjadi perbincangan masyarakat Indonesia hingga ‘trending’ selama dua hari terakhir di beberapa sosial media.
Hal ini disebabkan keberanian aksinya dalam meretas setidaknya 3 jenis data rahasia milik pemerintah.
Data-data tersebut diantaranya 150 Juta data pribadi Penduduk Indonesia, 1,3 Miliar data registrasi pengguna SIM Card, data pribadi Menteri Kominfo Johnny G Plate, Surat Rahasia BIN ke Presiden Joko Widodo dan data orang yang diyakini sebagai pembunuh aktivis Munir yang sebenarnya.
Aksinya yang membuat keamanan cyber nasional gonjang-ganjing ini banyak mendapat dukungan warganet karena beberapa sebab. Salah satunya karena rasa ketidakpercayaan masyarakat kepada kinerja Kementerian Komunikasi dan Informatika.
[berita-terkait number=”5″ tag=”hacker”]
Diduga alasan utama Bjorka bocorkan data pemerintah ini sebagai bentuk protes. Setelah mengunggah data pribadi milik Menkominfo Johnny G Plate di akun Twitter @darktracer_int, tidak lama kemudian Bjorka membuat cuitan terkait alasan dirinya membocorkan data pribadi Menkominfo tersebut.
“Sekarang adalah era baru yang berbeda. Tidak ada yang akan berubah jika orang bodoh masih diberi kekuatan (jabatan) yang sangat besar. Pemimpin tertinggi dalam teknologi harus ditugaskan kepada seseorang yang mengerti, bukan politisi dan bukan seseorang dari angkatan bersenjata. Karena mereka hanyalah orang-orang bodoh,” tulis Bjorka dalam cuitan akun @bjorkanism.
Data pribadi Menteri Komunikasi dan Informatika yang diunggah Bjorka, Johnny G Plate mencakup Nomor Kartu Keluarga, Nomor Induk Kependudukan, Identitas keluarga, Golongan Darah, dan lain sebagainya. Ia juga sempat menuliskan ‘Happy birthday johnny johnny yes papa’ yang ditujukan kepada Johnny G Plate.
Hingga saat ini belum diketahui identitas sebenarnya siapa hacker Bjorka. Namun melalui akun twitter dengan id @bjorkanism yang diduga miliknya, tersematkan lokasi di Warsaw, Poland.
Sementara itu banyak warganet yang menginginkan aksi Bjorka tetap berlanjut. Bahkan beberapa ada yang menginginkan Bjorka untuk meretas data milik Pertamina karena kenaikan harga BBM.
Bjorka pun merespon melalui grup telegram yang diduga miliknya, “Untuk mendukung perjuangan rakyat Indonesia melalui demo kenaikan harga BBM, saya akan publish database mypertamina secepatnya.”
Untuk sekarang belum ada tanggapan atau tindakan yang tegas dari pemerintah terkait tindakan Bjorka secara hukum. (Kai/nap)






