Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Teknik (FT) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar santunan yatim dan buka bersama, Senin (16/3/2026). Agenda tahunan ini menjadi instrumen penguatan toleransi sekaligus akselerasi visi internasional institusi.
Acara bertajuk Cahaya Ramadhan itu melibatkan lintas generasi, mulai dari pimpinan, alumni, hingga fungsionaris mahasiswa. Kehadiran berbagai unsur akademik ini untuk membangun sinergi demi keberlanjutan kepemimpinan di lingkungan kampus.
Dekan FT Untag Surabaya Retno Hastijanti mengatakan, penguatan spiritual menjadi fondasi menghadapi tantangan. Ini selaras dengan target universitas untuk mencapai visi Go Asia pada tahun 2035 mendatang.
“Kita harus memperkuat aspek batin karena tantangan ke depan cukup berat. Target saat ini adalah mengimplementasikan indikator kinerja utama menuju level Asia,” jelas Retno.
Saat ini, Untag Surabaya telah menjalin kerja sama penelitian dengan Tokyo University di Jepang. Kolaborasi global juga meluas hingga Queensland University of Technology untuk memperkuat posisi tawar universitas di kancah internasional.
Program ini juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat. Sebanyak 15 anak yatim dari Yayasan Al Jauhar hadir menerima santunan sebagai bagian dari implementasi nilai karakter bangsa.
Pengajar TPQ Al Jauhar, Anik, mengapresiasi konsistensi fakultas dalam memperhatikan anak didiknya. “Ini tahun ketiga kami diundang. Kami bersyukur atas perhatian berkelanjutan dari Fakultas Teknik,” ungkap Anik.
Ustad Arif Nasrulloh dalam tausiyahnya menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan batin. Menurutnya, pikiran manusia memiliki batasan yang hanya bisa ditembus melalui kekuatan spiritualitas yang kokoh.
“Kami berharap Untag mampu mencetak generasi yang tidak hanya pandai secara pikiran, tetapi juga matang secara spiritual,” pungkas Arif. [ipl/kun]






