Madiun (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Madiun menyiapkan anggaran lebih dari Rp10,3 miliar untuk mendukung pelaksanaan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah.
Anggaran tersebut akan disalurkan dalam bentuk bantuan stimulan sebesar Rp10 juta kepada setiap Rukun Tetangga (RT) guna memperkuat pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun mengatakan bantuan tersebut difokuskan untuk mendukung pengelolaan sampah organik di tingkat RT agar masyarakat dapat mulai mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.
“Jadi ada sistem nanti memberikan bantuan stimulan untuk pengelolaan sampah,” kata Bagus usai Pelatihan Tim Pendekar Hijau di Ballroom Hotel Sun City Kota Madiun, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, penyaluran bantuan sempat tertunda karena adanya penyesuaian administrasi akibat perubahan kode rekening dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pemkot menargetkan bantuan tersebut diserahkan secara simbolis pada 31 Juli 2026 bersamaan dengan pencanangan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah.
“Anggarannya kemarin memang molor karena ada kode rekening yang keliru akibat perubahan dari Kemendagri. Nanti sekaligus kita serahkan secara simbolis pada 31 Juli bersamaan dengan pencanangan Pilah Sampah dari Rumah,” ujarnya.
Bagus menjelaskan anggaran stimulan berasal dari sisa anggaran proyek fisik saluran yang kemudian dialihkan untuk mendukung program pengelolaan sampah. Dengan jumlah sekitar 1.025 RT di Kota Madiun, total anggaran yang disiapkan mencapai lebih dari Rp10,25 miliar.
Selain bantuan anggaran, Pemkot juga membentuk sekitar 1.000 relawan Pendekar Hijau. Mereka akan mendampingi ketua RT dalam memberikan edukasi kepada warga mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu, sekaligus mengaktifkan kembali bank sampah serta Program Kampung Iklim (ProKlim).
Menurut Bagus, peran ketua RT dinilai penting karena lebih dekat dengan masyarakat sehingga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi warga dalam menjalankan program tersebut.
“Warga kadang kalau relawan saja yang datang belum tentu percaya. Tapi kalau didampingi Pak RT, mereka lebih yakin. Karena itu relawan dan RT akan bersama-sama memberikan edukasi dari rumah ke rumah,” katanya.
Pemkot Madiun juga menyiapkan sistem digital berupa aplikasi dan dashboard pemantauan untuk memonitor pelaksanaan program. Sistem tersebut nantinya akan digunakan untuk memantau perkembangan pengelolaan sampah di setiap RT, aktivitas bank sampah, hingga pelaporan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setelah program resmi berjalan. (rbr/ian)






