Jember (berutajatim.com) – Persoalan kesehatan warga kawasan perkotaan Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang dihadapi Pesat Kesehatan Masyarakat Patrang cukup kompleks. Penanganannya membutuhkan sinergi dengan pemangku kepentingan lainnya.
Puskesmas Patrang menangani tiga kelurahan dengan jumlah penduduk besar yang menurut data Badan Pusat Statistik, yakni Kelurahan Jembe Lor (19 017 jiwa), Kelurahan Patrang (17 411 jiwa), dan Kelurahan Gebang (25 141) jiwa.
“Penyakitnya sangat beragam, mulai dari balita yang banyak mengalami diare dan batuk pilek. Kalau lansia, banyak yang diabetes dan darah tinggi. Kadang-kadang ada kasus katarak,” kata Gurid Anggridiakhsa, Kepala Puskesmas Patrang, Rabu (15/7/2026).
Dengan besarnya jumlah penduduk yang harus ditangani, penanganan kesehatan tak hanya terpusat di puskesmas induk, namun juga terbagi di sejumlah pos pelayanan terpadu dan ada puskesmas pembantu di Kelurahan Patrang dan Gebang.
“Apalagi posyandu sekarang sudah bisa menangani semua level usia, dari yang awalnya hanya balita dan ibu hamil. Sekarang dari balita sampai lansia bisa dilakukan layanan screening di posyandu,” kata Gurid.
Puskesmas Patrang bekerja sama dengan kader posyandu untuk mendata warga yang baru menikah untuk pemeriksaan kondisi kesehatan menyeluruh.
Gurid mengatakan, pekerjaan rumah puskesmas adalah mengurangi angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan tengkes (stunting). “Alhamdulillah angka kematian ibu tidak ada. Kalau angka kematian bayinya-ada dua kasus. Memang untuk AKI dan AKB ini tidak bisa puskesmas sendiri atau tenaga kesehatan sendiri yang menangani. Itu butuh kolaborasi,” katanya.
Petugas Puskesmas Patrang bekerja sama dengan pemerintah kelurahan, kader posyandu, dan bidan wilayah untuk mengawal setiap ibu hamil yang sudah melakukan persalinan selama 28 – 42 hari pada masa nifas. “Kita pantau terus. Jangan sampai miss. Karena kematian ibu tidak hanya waktu hamil, tapi juga waktu pasca hamil, waktu masa nifas,” kata Gurid.
Puskesmas Patrang melayani pemeriksaan triple eliminasi untuk perempuan hamil dan menangani kasus penyakit yang tidak bisa ditangani posyandu maupun Pustu. “Selain pelayanan rawat jalan, kita juga ada pelayanan yang gawat darurat, IGD 24 jam dam melayani persalinan 24 jam,” kata Gurid.
Puskesmas Patrang memiliki enam tempat tidur. “Kita di Puskesmas Patrang tidak hanya bidannya saja, tapi ada pelayanan dokter dengan USG, ada pemeriksaan laboratorium, dan juga ada pemeriksaan oleh dokter gigi,” kata Gurid.
Dengan sejumlah fasilitas ini, Puskesmas Patrang sudah siap melaksanakan layanan kesehatan jemput bola dari rumah ke rumah atau homecare. “Homecare ini istilahnya mendekatkan pelayanan eh kesehatan langsung di rumah pasien,” kata Gurid.
Layanan homecare ini terutama ditujukan untuk pasien lansia, pasien disabilitas, dan tokoh agama. “Kita juga ada sudah ada hotline. Bisa ditanyakan kami, kasus-kasus yang membutuhkan pelayanan homecare,” kata Gurid.
Saat ini Puskesmas Patrang menangani kesehatan 250 orang disabilitas, 12 lansus khusus, 167 pasien penyakit kronis, dan 24 tokoh agama. “Data itu kan pasti akan berubah, sesuai dengan monitoring dan evaluasi secara berkala. Mungkin ada yang sudah ternyata bertambah atau ada yang meninggal,” kata Gurid. [wir/ian]






