Blitar (beritajatim.com) – Memasuki masa sekolah di tahun ajaran baru, senyum para pelajar di Kabupaten Blitar kini makin merekah. Pasalnya, layanan Bus Angkutan Sekolah Khusus Pelajar atau yang populer dengan sebutan BANG ANJAR resmi kembali beroperasi mulai Senin (13/7/2026).
Kehadiran armada bus kuning ini tak sekadar menjadi solusi transportasi gratis, tetapi juga wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar dalam menghadirkan layanan publik yang aman dan nyaman bagi generasi penerusnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto, memastikan bahwa program yang menjadi salah satu prioritas Bupati Blitar ini telah sepenuhnya siap melayani para siswa di berbagai pelosok wilayah.
“Mulai Senin, 13 Juli 2026, Bus Sekolah BANG ANJAR kembali beroperasi. Saat ini kami mengoperasikan 12 unit bus yang melayani 9 trayek dan seluruh layanannya gratis untuk pelajar,” tegas Puguh pada Rabu (15/07/2026).
Lebih dari sekadar meringankan beban ongkos transportasi orang tua, operasional 12 armada bus BANG ANJAR ini membawa misi keselamatan yang jauh lebih besar.
Selama ini, tingginya mobilitas pelajar yang membawa kendaraan bermotor sendiri kerap menjadi sorotan karena berisiko tinggi memicu kecelakaan lalu lintas. Dengan adanya angkutan sekolah yang terjadwal dan dikemudikan oleh tenaga profesional, Pemkab Blitar berharap tren kecelakaan yang melibatkan pelajar di bawah umur dapat ditekan secara signifikan.
Puguh menambahkan, jadwal yang teratur juga akan melatih kedisiplinan siswa agar bisa berangkat dan pulang sekolah tepat waktu tanpa harus terburu-buru di jalan raya.
“Melalui layanan ini, kami ingin memastikan para pelajar bisa menikmati perjalanan ke sekolah dengan aman, nyaman, dan menyenangkan,” tambahnya.
Beroperasinya kembali BANG ANJAR di 9 trayek yang menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Blitar ini juga merupakan langkah strategis untuk pemerataan akses pendidikan. Pemkab Blitar menyadari bahwa jarak dari rumah menuju fasilitas pendidikan masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat.
Lewat layanan ini, diharapkan tidak ada lagi anak di Kabupaten Blitar yang kesulitan bersekolah hanya karena masalah transportasi. Program prioritas ini mengukuhkan tekad pemerintah daerah dalam mengintegrasikan layanan transportasi publik dengan sektor pendidikan guna mewujudkan SDM Kabupaten Blitar yang unggul. [owi/suf]






