Blitar (beritajatim.com) – Biaya sewa lapak di Blitar Djadoel mencapai Rp2,5 juta untuk sekali event atau selama acara. Tentu tingginya biaya sewa tersebut dikeluhkan oleh para pedagang.
Penyewaan lapak tersebut seiring dengan Pemerintah Kota Blitar kembali menggelar event tahunan yakni bazar Blitar Djadoel. Pada tahun 2024 ini, ada lebih dari 400 pedagang yang ikut ambil bagian dalam bazar tersebut.
Selain OPD (Organisasi Perangkat Daerah), sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) pun ikut dilibatkan untuk menyemarakkan gelaran Blitar Djadoel. Namun ternyata biaya sewa lapak di Blitar Djadoel ini tidak murah, bahkan mencapai Rp2,5 juta.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu PKL, Dana Collection. Pedagang jam tangan itu mengungkapkan bahwa biaya sewa lapak di bagian tengah Blitar Djadoel yang ia tempati mencapai Rp2,5 juta. “Ini sewanya Rp2,5 juta selama acara,” ungkap pedagang dari Jombang, Minggu (9/6/2024).
Ia telah membayarkan uang sewa tersebut ke pihak EO (Event Organizer). Meski dirasa cukup mahal, namun ia berharap hasil penjualan jam tangan dagangannya bisa lebih banyak ketimbang biaya sewa. “Ya tidak tahu balik modal atau enggak. Semoga kembali. Ini seperti judi mas,” imbuhnya.
Dari keterangan para pedagang, biaya sewa lapak di bazar Blitar Djadoel memang bervariatif. Jika ikut paguyuban maka pedagang hanya cukup membayar Rp250-300 ribu. Namun jika tidak, maka pedagang harus membayar sewa lapak ke pihak EO mencapai Rp1,8 – 2,5 juta, sesuai lokasi.
Kondisi itu tentu membuat sebagian pedagang mengeluh. Seperti yang diungkapkan pedagang pentol pedas asal Kota Malang, Deni. “Ini tahun ketiga saya ikut Blitar Djadoel. Dulu di dalam tapi karena tidak balik modal akhirnya saya memilih jualan di luar ikut paguyuban saja,” ucapnya.
Deni menceritakan pengalamannya tiga tahun ikut berjualan di event Blitar Djadoel. Pada tahun pertama usai pademi covid-19 lalu, Deni untung saat berjualan di gelaran tahun tersebut. Namun pada tahun 2023, ia justru rugi.
Mahalnya biaya sewa serta sepinya pengunjung membuat modal yang ia keluarkan tidak balik. “Ya sekarang pilih di luar gini, enak tidak risiko. Biaya juga murah di luar, andai rugi kan tidak banyak,” pungkasnya. [owi/suf]






