Jakarta (beritajatim.com) – Marco Bezzecchi meraih kemenangan di sprint MotoGP San Marino setelah memanfaatkan kecelakaan yang dialami Marc Marquez, Sabtu (13/9/2025).
Bezzecchi memulai balapan dari posisi terdepan untuk kedua kalinya dalam empat seri terakhir. Ia memimpin lima putaran pertama di depan Marquez, yang terus memberikan tekanan besar. Pada lap keempat, Bezzecchi sempat sedikit melebar, namun Marquez belum bisa memanfaatkan celah itu.
Masuk lap kelima, Marquez kembali menekan, dan di lap keenam, Bezzecchi melakukan kesalahan di tikungan keempat, yang memberi kesempatan bagi Marquez untuk merebut posisi terdepan di tikungan keenam.
Bezzecchi berusaha membalas pada tikungan kedelapan, tetapi usahanya tidak berhasil karena Marquez sudah terlalu jauh.
Pada akhirnya, upaya Bezzecchi untuk merebut kembali posisi terdepan tidak perlu dilanjutkan karena Marquez terjatuh di tikungan ke-15. Kecelakaan tersebut menandai berakhirnya rekor delapan kemenangan sprint berturut-turut Marquez.
Setelah Marquez terjatuh, Bezzecchi tetap harus menghadapi ancaman dari Alex Marquez, yang hanya tertinggal beberapa persepuluh detik setelah kecelakaan sang kakak. Namun, meski Alex Marquez berusaha menekan, ia tidak pernah cukup dekat untuk memberikan tantangan yang serius.
Bezzecchi berhasil memperlebar jaraknya menjadi satu detik menjelang akhir balapan dan akhirnya meraih kemenangan pertamanya sejak Assen 2023.
Kemenangan ini juga menjadikannya sebagai pemenang non-Ducati pertama dalam balapan sprint sejak GP Catalunya 2024, ketika Aleix Espargaro juga meraih kemenangan dengan Aprilia.
Di belakang Bezzecchi dan Alex, Fabio Di Giannantonio mencatatkan kecepatan tercepat berhasil menyalip Franco Morbidelli untuk merebut posisi ketiga. Morbidelli finis di posisi keempat, diikuti oleh Pedro Acosta yang menempati posisi kelima. (faw/kun)






