Bondowoso (beritajatim.com) – Pengolahan biji kopi memiliki beragam metode yang unik, salah satunya adalah Carbonic Maceration (CM).
Metode ini semakin populer di kalangan pecinta kopi, terutama di Kabupaten Bondowoso. Salah satu pengolah kopi CM yang terkenal di daerah ini adalah Java Raung Coffee, yang berlokasi di Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sumberwringin.
Andi Wijaya, pemilik Java Raung Coffee, menjelaskan bahwa proses Carbonic Maceration merupakan teknik fermentasi modern yang diterapkan pada ceri kopi utuh yang belum dikupas.
Ceri kopi ini ditempatkan dalam tangki tertutup yang diisi dengan karbon dioksida (CO2), menciptakan lingkungan anaerobik yang memicu fermentasi intraseluler.
Menurut Andi, kopi yang diolah dengan metode CM memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kopi Arabika green bean yang diolah secara konvensional.
“Harga kopi CM berkisar antara Rp 205 ribu hingga Rp 350 ribu per kilogram dalam bentuk green bean, dengan kualitas specialty grade,” ujarnya.
Pasar Kopi CM di Indonesia
Kopi CM yang diproduksi oleh Java Raung Coffee banyak diminati oleh kafe dan roastery di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Semarang, Yogyakarta, dan Bandung.
Andi menjelaskan bahwa setiap tahun, ia mampu memenuhi permintaan pasar domestik dengan produksi antara 12 hingga 15 ton green bean. “Kami selalu menyesuaikan permintaan dengan kapasitas produksi yang tersedia,” tambahnya.
Proses pengolahan kopi CM membutuhkan perhatian khusus untuk menghasilkan citarasa kopi yang maksimal.
“Mulai dari pemilihan ceri merah yang matang, pemisahan ceri hijau, hingga fermentasi yang memerlukan injeksi CO2 selama 72 hingga 150 jam,” jelas Andi.
Dengan metode pengolahan yang cermat, Java Raung Coffee berhasil menghasilkan kopi dengan kualitas tinggi yang dihargai oleh para pecinta kopi di seluruh Indonesia. (ted)






