RINGKASAN BERITA:
- Seluruh jemaah Indonesia berhasil dievakuasi menuju Mina untuk persiapan melontar jumrah aqabah di Jamarat.
- Ketepatan waktu evakuasi ini memecahkan rekor kesuksesan operasional dibandingkan dengan musim-musim haji sebelumnya.
- Manajemen mitigasi Kemenhaj RI mendapatkan apresiasi tinggi dari pemerintah Arab Saudi dan menjadi percontohan internasional.
Makkah (beritajatim.com) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berhasil mengosongkan dan mengevakuasi seluruh jemaah haji Indonesia dari kawasan Muzdalifah menuju Mina secara total pada Rabu (27/5/2026) tepat pukul 07.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Keberhasilan mobilisasi massal yang berjalan lebih cepat dari kalkulasi reguler ini memecahkan rekor operasional dan memicu apresiasi luas dari pelbagai otoritas internasional.
Proses pemindahan ratusan ribu jemaah dari Padang Arafah pasca-wukuf menuju Muzdalifah sejatinya telah bergulir sejak Selasa (26/5/2026) malam selepas magrib. Ketepatan sirkulasi armada bus syarikah membuat pendorongan fase pertama berjalan dinamis hingga rampung menjelang tengah malam, untuk kemudian langsung disambung dengan pendorongan jemaah menuju hamparan Mina.
“Trip pertama dimulai dari jam 07.00 waktu Arab Saudi,” kata Kepala Bidang Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Syarif Rahman, saat memantau pergerakan armada logistik.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, keberhasilan evakuasi dini di Muzdalifah ini menjadi buah manis dari penerapan sistem kontrol digital maktab yang ketat. Lorong-lorong Muzdalifah yang biasanya masih dipadati jemaah hingga siang hari, kini terpantau lengang dan bersih sejak pagi buta berkat kedisiplinan jemaah yang patuh pada sistem antrean bus.
Keberhasilan manajemen trans-taktis ini diakui melompat jauh dari potret evaluasi musim haji masa lalu. Salah seorang petugas PPIH Arab Saudi, Rifat Satorus, menyebut bahwa dalam sejarah operasional haji, jika petugas mampu membersihkan area Muzdalifah dari jemaah Indonesia pada pukul 08.00 pagi saja, hal tersebut sudah dikategorikan sebagai pencapaian yang luar biasa.
“Masyaallah hari ini bersih dari jamaah. Subhanallah,” puji Rifat takjub saat menyaksikan pergerakan jemaah di sekitar jalur Jamarat, Mina, Rabu (27/5/2026).
Tim Media Center Haji (MCH) Daker Makkah yang bergerak menyisir sebagai rombongan penyapu ranjang terakhir di Muzdalifah menyaksikan sendiri tidak ada lagi satu pun jemaah Indonesia yang tertinggal di area tersebut. Puncak kepuasan operasional ini dikunci lewat pernyataan resmi komando Satops Armuzna.
”Kami ucap Alhamadulillahir rabbil alamin, pada tanggal 10 Dzulhijjah 1447 Hijiriah, kami nyatakan Muzdalifah clear pada pukul 07.00. Seluruh jamaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Mina. Semoga Allah merahmati dan memberkati kita semua. Amin,” ungkap Koordinator Linjam dan Satops Armuzna PPIH 2026, Laksamana Pertama (Laksma) Harun Ar-Rasyid, didampingi Kepala Daker Makkah Ihsan Faisal di lokasi.

Empat Pilar Utama Sukses Operasional Haji 2026
Tenaga Ahli Utama Bakom RI, Hariqo Satria Wibawa, membeberkan ada empat faktor fundamental yang menjadi kunci di balik mulusnya evakuasi massal tahun ini. Pilar pertama dan yang paling utama adalah tingginya tingkat kesadaran serta kepatuhan regulasi dari para jemaah mandiri.
”Kami berterima kasih sekali kepada Ibu dan Bapak kami yang kami hormati seluruh jamaah haji yang sudah sangat disiplin,” ucap Hariqo tulus.
Faktor sukses kedua, menurut Hariqo, terletak pada profesionalisme dan kedisiplinan seluruh petugas kementerian di lapangan. Kesiapan mental and taktis para petugas adhoc ini merupakan buah langsung dari pelaksanaan diklat intensif selama 30 hari penuh sebelum diterjunkan ke Arab Saudi.
Pilar ketiga adalah ketegasan garis instruksi dari Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan aspek perlindungan nyawa dan keselamatan jemaah di atas segala-galanya. Mandat presiden tersebut diterjemahkan secara presisi melalui kebijakan taktis Menteri Haji dan Umrah beserta seluruh jajaran eselon Kemenhaj.
”Bapak Prabowo Subianto selalu menekankan keselamatan jamaah dan ini dijalankan dengan baik oleh Menteri Haji dan juga Wakil Menteri Haji dan seluruh jajaran di Kementerian Haji,” jelas Hariqo secara transparan.
Terakhir, pilar keempat yang tidak kalah krusial adalah harmonisnya hubungan diplomatik dan koordinasi bilateral tingkat tinggi yang dijalin antara pemerintah Indonesia dengan pihak otoritas Kerajaan Arab Saudi. Keberhasilan Kemenhaj dalam mengelola jemaah terbesar di dunia ini bahkan menuai pujian khusus dari kementerian haji lokal.
”Pemerintah Arab Saudi mengapresiasi pelayanan dari Kementerian Haji Indonesia kepada jamaah haji Indonesia dan juga pelayanan dari petugas haji juga mendapatkan apresiasi dari negara-negara lain dan akan dijadikan salah satu percontohan,” tutup Hariqo mengakhiri keterangan persnya. [ian/MCH]






