Surabaya (beritajatim.com) — Akses pendidikan tinggi berkualitas kini tak lagi harus terpusat di kota besar. Universitas Kristen Petra atau menghadirkan terobosan baru lewat peluncuran Program Studi Magister Manajemen berbasis Pendidikan Jarak Jauh (PJJ MM) yang dirancang khusus menjangkau wilayah timur Indonesia, termasuk Maluku.
Peluncuran program tersebut menjadi jawaban atas persoalan klasik pendidikan di Indonesia, yakni kesenjangan akses akibat jarak geografis. Jika selama ini masyarakat di wilayah kepulauan harus mengeluarkan biaya besar untuk melanjutkan pendidikan ke Pulau Jawa, kini mereka cukup belajar dari daerah masing-masing dengan sistem pembelajaran digital berbasis Artificial Intelligence (AI).
“Menariknya, teknologi AI yang diterapkan dalam PJJ MM UK Petra bukan sekadar pelengkap. Sistem Learning Management System (LMS) yang digunakan mampu mengubah materi pembelajaran seperti PDF maupun PowerPoint menjadi video singkat berdurasi dua hingga tiga menit,” ujar Prof. Dr. Zeplin Jiwa Husada Tarigan, selaku Ketua Program Studi PJJ MM UK Petra.
Dalam penjelasannya, mahasiswa juga akan berinteraksi dengan avatar AI dalam assessment interaktif untuk mengukur pemahaman mereka terhadap materi kuliah.
Adapun konsep pembelajaran tersebut dirancang agar mahasiswa tetap merasakan pengalaman belajar yang aktif dan komunikatif meski dilakukan secara daring.
“Sehingga meski jarak jauh, pembelajaran akan sangat interaktif. Dengan ini pendidikan tinggi berkualitas bukan lagi menjadi kemewahan milik kota besar saja. Melalui pemerataan akses, kami ingin memastikan semua masyarakat, siapa pun dan di mana pun, dapat memiliki bekal ilmu yang sama kuatnya,” ujarnya.
Harapannya agar mereka bisa sama-sama saling membangun masa depan yang lebih baik sekaligus memajukan ekonomi daerahnya masing-masing.
Fokus UK Petra terhadap wilayah Maluku juga bukan tanpa alasan. Kawasan timur Indonesia dinilai memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, namun masih menghadapi tantangan akses pendidikan lanjutan. Kehadiran program ini diharapkan menjadi jembatan bagi para ASN, pekerja profesional, hingga pelaku usaha lokal agar dapat meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun daerah asal.
Tak hanya fleksibel dari sisi lokasi, program ini juga tergolong efisien dari sisi waktu studi. Mahasiswa cukup menempuh pendidikan selama tiga semester atau sekitar 1,5 tahun untuk memperoleh gelar Magister Manajemen.
“Pembelajaran dimulai Agustus 2026. Cukup tiga semester saja, mahasiswa sudah bisa menyandang gelar Magister Manajemen dengan biaya sekitar Rp30 juta,” tambah Prof. Zeplin.
Dalam kurikulumnya, PJJ MM UK Petra menitikberatkan pada tiga kompetensi utama yang paling dibutuhkan dunia kerja saat ini, yakni leadership agility, transformasi digital, dan sustainability management.
Artinya, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori manajemen konvensional, tetapi juga dibentuk menjadi pemimpin yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memiliki kepedulian terhadap isu keberlanjutan lingkungan.
Pendekatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan industri modern yang terus bergerak cepat di tengah era digitalisasi dan tuntutan bisnis berkelanjutan. Terlebih, perusahaan kini tidak hanya mencari lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga sosok yang mampu mengambil keputusan strategis dalam situasi yang dinamis.
Peresmian Program Studi PJJ MM UK Petra sendiri digelar pada Kamis, 28 Mei 2026 pukul 14.00 hingga 16.00 WIB di Matthew Room, Gedung Radius Prawiro lantai 10, Kampus UK Petra Surabaya. (fyi/but)






