Surabaya (beritajatim.com) – Kasus karyawan Good Padel Surabaya yang mengintip pengunjung perempuan di kamar mandi beberapa waktu lalu berakhir damai. Pihak manajemen Good Padel Surabaya memberikan sanksi tegas berupa pemecatan kepada pelaku Yusuf.
Supervisor The Good Padel Club Manyar, Aditya Permana, mengatakan pihaknya telah memecat Yusuf setelah melakukan evaluasi internal. Selain dipecat, pihak manajemen telah menyerahkan kasus ini ke pihak berwenang.
“Kami atas nama manajemen menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada korban dan keluarga atas kejadian ini. Perkara ini juga sudah ditangani oleh pihak berwajib, dan yang bersangkutan sudah tidak lagi bekerja di Good Padel,” ujar Aditya, Rabu (18/3/2026).
Mewakili manajemen, Aditya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga dan masyarakat luas akibat perilaku Yusuf. Ia memastikan insiden serupa tidak akan terulang lagi ke depan.
“Evaluasi internal secara menyeluruh. Langkah ini meliputi pengetatan pengawasan terhadap karyawan, penguatan penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta peningkatan kontrol kerja secara lebih intensif. Sehingga konsumen bisa menikmati layanan dan fasilitas kami dengan aman dan nyaman,” terangnya.
Sementara itu, perwakilan keluarga korban, Bobyanto Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya menerima dengan baik permohonan maaf yang disampaikan oleh manajemen. Ia juga mengapresiasi langkah hukum yang telah dilakukan oleh pihak terkait dalam menangani kasus tersebut.
“Kami menerima permintaan maaf dari pihak manajemen Good Padel. Kami juga berterima kasih atas langkah hukum yang sudah ditempuh,” ujarnya.
Bobyanto mengapresiasi langkah manajemen melakukan pemecatan dan langsung memproses hukum pelaku pengintipan tersebut. Ia berharap kejadian yang dialami oleh keluarganya bisa menjadi yang terakhir, sehingga tidak ada lagi kekerasan dan pelecehan kepada perempuan di tempat umum.
“Kami melihat bahwa kejadian ini tidak ada unsur kesengajaan dari pihak manajemen. Ini murni tindakan pribadi dari pelaku dan tidak ada kaitannya dengan Good Padel,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan beritajatim, Yusuf, salah satu karyawan Good Padel Manyar, nekat menguntit seorang perempuan berinisial EM sampai ke dalam toilet, Selasa (10/3/2026) lalu. Informasi yang dihimpun, pria yang bekerja sebagai karyawan kebersihan itu telah melakukan aksi serupa hingga tiga kali.
Perwakilan keluarga korban, Bobbyanto Gunawan, mengatakan saat itu EM hendak mandi setelah bermain padel bersama teman-temannya. Saat EM sedang di kamar mandi, Yusuf lalu membuka pintu dan memasukkan setengah tubuhnya untuk melihat ke arah dalam.
“Jadi dia masuk dan ngintip. Beruntung tidak ada sampai pelecehan fisik,” kata Bobby saat diwawancarai Beritajatim.com, Sabtu (14/3/2026).
Aksi Yusuf terekam oleh CCTV Good Padel Manyar. Dalam rekaman video yang diterima, dua karyawan perempuan yang saat itu melihat Yusuf membuka pintu kamar mandi juga tidak tampak bereaksi.
“Kami sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh karyawan Good Padel tersebut. Yang lebih kami sesalkan adalah adanya pembiaran dari pihak manajemen,” imbuhnya.
Bobby menjelaskan, indikasi pembiaran oleh pihak manajemen dapat dilihat dari Yusuf yang sudah beraksi hingga tiga kali namun belum juga mendapat sanksi. Padahal, menurut Bobby, perlindungan terhadap perempuan seharusnya menjadi atensi dan perhatian dari pihak manajemen.
“Pelaku sendiri sudah mengakui perbuatannya, dan dari pengakuan yang kami terima ini sudah tiga kali kejadian. Tetapi tidak ada langkah preventif yang dilakukan oleh manajemen, tidak ada sanksi yang jelas, dan akhirnya pelaku hanya mengundurkan diri begitu saja,” sesalnya.
Dari hasil komunikasi dengan pelaku, Bobby menduga jika aksi Yusuf merupakan perbuatan yang disengaja. Indikatornya, Yusuf mengetahui jika ia dilarang membuka pintu dan masuk ke kamar mandi perempuan saat jam operasional.
“Peraturannya jelas, laki-laki tidak boleh masuk ke kamar mandi perempuan. Apalagi saat itu juga ada cleaning service perempuan. Ini menunjukkan adanya unsur kesengajaan,” terangnya. (ang/kun)






