Bojonegoro (beritajatim.com) – Tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Bojonegoro, terus menunjukkan tren kenaikan dengan cepat. Saat ini status sungai Bengawan Solo sudah memasuki siaga hijau atau siaga satu, Selasa (25/2/2025).
Hal ini dipicu oleh tingginya curah hujan lokal dan limpahan air dari wilayah hulu. Pada papan ukur TMA Bengawan Solo di wilayah TBS menunjukkan pada pukul 15.00 WIB, mulai masuk siaga hijau atau siaga 1 untuk potensi banjir.
Berdasarkan data dari Perum Jasa Tirta Divisi Jasa Tirta III Sungai Bengawan Solo, tren air mengalami kenaikan, pada pukul 18.00 WIB. Dengan ketinggian air sudah menunjukkan angka 12.83 MDPL dari sebelumnya pada pukul 15.00 WIB baru diangka 12.68 MDPL.
Kini TMA Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro itu sudah mendekati level siaga 2 yang berada di angka 13,06 MDPL.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengimbau kepada warga yang bermukim di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan. “Masyarakat diharapkan sudah siap jika air terus naik, baik untuk penyelamatan diri maupun barang berharga. Semoga banjir tidak terjadi,” ujarnya.
Heru juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah menyiapkan langkah antisipasi, baik dari segi personel maupun logistik, untuk menghadapi kemungkinan banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo. “Insyaallah, kami siap menghadapi segala kemungkinan,” tegasnya.
Meskipun status siaga hijau masih berlaku, BPBD Bojonegoro terus memantau perkembangan ketinggian air dan kondisi cuaca secara intensif. Warga diharapkan tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari pihak berwenang. [lus/ian]






