Ngawi (beritajatim.com) – Gudang milik SMP Negeri 1 Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terbakar saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, Jumat (24/7/2026). Kobaran api yang muncul dari gudang berisi tumpukan kayu bekas renovasi sekolah membuat siswa dan guru panik hingga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Berdasarkan video yang beredar, api terlihat muncul dari sebuah gudang yang berada di lingkungan SMP Negeri 1 Kedunggalar. Lokasi gudang yang terbakar berada di samping ruang kelas.
Saat kejadian, proses pembelajaran di sekolah tengah berlangsung. Kepanikan bermula ketika seorang siswa yang hendak pergi ke toilet melihat kepulan asap keluar dari arah gudang. Tak lama kemudian, asap tersebut disusul kobaran api yang semakin terlihat jelas.
Informasi mengenai kebakaran itu kemudian menyebar di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa dan guru langsung dikerahkan untuk membantu melakukan pemadaman. Mereka menggunakan peralatan yang tersedia di sekolah untuk mencegah api membesar dan merembet ke bangunan lain.
“Yang terbakar gudang, sontak membuat panik sekolah. Siswa dan guru dikerahkan untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya,” kata Agus Widayanto, salah seorang guru SMP Negeri 1 Kedunggalar.
Upaya pemadaman secara mandiri dilakukan sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Sekitar 20 menit setelah laporan diterima, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Induk Timur dan Pos Induk Barat datang untuk melakukan penanganan.
Namun, saat petugas tiba, api yang sebelumnya membakar isi gudang sudah berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pembasahan di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada bara api yang masih menyala dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Guru lainnya, Muklisin, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui setelah seorang siswa melihat asap dari arah gudang. Kondisi tersebut kemudian membuat siswa dan guru berusaha melakukan pemadaman bersama-sama.
“Awalnya muncul asap, siswa melihat saat ke kamar mandi terus panik. Semua dikerahkan untuk memadamkan api, tidak tahu asal api dari mana,” ujar Muklisin.
Kebakaran gudang sekolah tersebut tidak sampai meluas ke ruang kelas maupun bangunan sekolah lainnya. Meski demikian, kejadian itu sempat mengganggu ketenangan kegiatan belajar mengajar karena berlangsung pada pagi hari ketika siswa dan guru sedang berada di lingkungan sekolah.
Kapolsek Kedunggalar AKP Karno mengatakan pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi mengenai kebakaran tersebut. Petugas juga berkoordinasi dengan pemadam kebakaran untuk memastikan api benar-benar berhasil dikendalikan.
“Kami mendatangi lokasi kita kerahkan Damkar untuk upaya pemadaman dan alhamdulilah api akhirnya padam. Gudang sekolah, penyebab masih dalam penyelidikan kami,” kata AKP Karno.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api yang memicu kebakaran gudang tersebut.
Dari hasil pengecekan awal di lokasi, gudang yang terbakar diketahui berisi tumpukan kayu bekas renovasi sekolah. Kondisi tersebut membuat material yang berada di dalam gudang ikut terbakar ketika api muncul.
Petugas juga tidak menemukan adanya aliran listrik di dalam gudang yang terbakar. Karena itu, penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan dan masih menjadi bagian dari penyelidikan Polsek Kedunggalar.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena kebakaran terjadi di lingkungan sekolah pada saat jam pelajaran berlangsung. Kesigapan guru, siswa, dan petugas pemadam kebakaran dalam melakukan penanganan menjadi faktor penting sehingga api tidak meluas ke ruang kelas atau bangunan lain yang dapat membahayakan keselamatan warga sekolah.
Polsek Kedunggalar masih menangani kasus tersebut untuk mengungkap penyebab kebakaran. Pemeriksaan lokasi dan pengumpulan informasi dari pihak sekolah maupun saksi diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai sumber api. Sementara itu, kondisi bangunan sekolah dan area sekitar gudang akan tetap menjadi perhatian agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman. [fiq/aje]






