Surabaya (beritajatim.com) – Oatmeal adalah salah satu menu sarapan yang disukai hampir seluruh dunia. Meskipun secara secara historis oatmeal lebih populer di Eropa, Rusia, dan AS, namun sekarang oatmeal juga mulai disukai du negara-negara berkembang terutama di Asia Tenggara karena alasan harganya yang terjangkau dan khasiatnya bagi kesehatan.
Tetapi apakah oatmeal benar-benar baik untuk kesehatan?
Untuk menjawab pertanyaan ini, pertama-tama kita harus tahu terlebih dahulu mengetahui jenis-jenisnya. Ada oatmeal instan, quick cooking oats, rolled oats, steel cut oats, dan scuttish oats. Jenis-jenis ini sebenarnya sama saja, hanya dibedakan berdasarkan cara pengelolaannya, ada yang dimasak lama, dimasak sebentar dan tidak dimasak sama sekali. Jadi semua jenis oats ini bisa menjadi pilihan makanan kamu.
Namun oatmeal harus dimasak terlebih dahulu sebelum dimakan. Sebagaimana yang dikatakan oleh seorang guru besar kampus ternama di United States, Joanne Slavin.
“Anda tidak bisa makan oat mentah langsung dari ladang,” kata Joanne Slavin, profesor ilmu pangan dan nutrisi di University of Minnesota.
Gandum yang menjadi bahan oatmeal ketika dipanen dibungkus dengan kulit keras yang harus dikupas sebelum dimasak dan dikonsumsi. Ketika pengupasan selesai, yang tersisa adalah menir gandum yakni biji utuh.
“Berdasarkan bukti yang ada, makan gandum utuh pasti baik untuk kesehatan kita,” kata Shengmin Sang, seorang profesor ilmu pangan dan kesehatan manusia di North Carolina A&T State University yang telah meneliti sifat gizi gandum.
Makan gandum utuh dapat mencegah diabetes dan menurunkan kadar kolesterol, yang dapat mencegah penyakit kardiovaskular. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa oat memiliki efek anti-inflamasi. “Oatmeal dapat mencegah peradangan yang berhubungan dengan penyakit kronis,” lanjut Profesor Sang.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kesehatan”]
Serat adalah komponen utama kesehatan oatmeal
Serat baik untuk organ-organ saluran pencernaan. Di lambung dan usus kecil, misalnya, serat membantu memperlambat pemrosesan dan penyerapan makanan dengan cara meningkatkan rasa kenyang dan melunakkan respons insulin tubuh.
Semua itu bisa mengurangi risiko seseorang terkena diabetes tipe 2 dan penyakit metabolik lainnya. Serat juga baik untuk pencernaan usus besar, dimana serat memberi makan bakteri usus yang bermanfaat untuk proses pembuangan ampas makanan.
Gandum mengandung sejumlah besar jenis serat tertentu yang disebut beta glukan yang dapat menurunkan risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular.
Serat buukan satu-satunya manfaat gandum. Gandum utuh juga mengandung banyak fitokimia, yakni senyawa molekul kecil pada tanaman yang bermanfaat sebagai antioksidan dan anti-inflamasi.
Oat juga merupakan sumber vitamin B, vitamin E, dan mineral yang sangat baik seperti magnesium.
[berita-terkait number=”3″ tag=”makanan”]
Perhatikan tambahan gula saat mengelola oatmeal
Selama mengelola oatmeal sebagai makanan, alangkah baiknya kita juga mempertimbangkan kadar gula yang ditambahkan. Karena terlalu banyak gula dapat mengurangi khasiat oatmeal bagi tubuh. “oatmeal Instan memiliki semua komponen gandum utuh, tetapi perhatikan juga takaran gula yang ditambahkan,” kata Profesor Sang.
Terlepas dari kekhawatiran kadar gula gluten, hampir semua orang setuju bahwa makan oatmeal adalah ide yang bagus sebagai pengganti nasi padi. (kai/ian)






