Kediri (beritajatim.com) – Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota memberlakukan rekayasa arus lalu lintas di sekitar Balai Kota Kediri selama penyelenggaraan Karya Kreatif Mataraman (KKM) 2025. Penyesuaian arus berlaku mulai Jumat, 20 Juni 2025 pukul 06.00 WIB hingga Minggu, 22 Juni 2025 pukul 24.00 WIB.
Adapun titik rekayasa dimulai dari penutupan sisi utara Jalan Basuki Rahmad Kota Kediri. Kendaraan yang melaju ke arah selatan akan dialihkan ke arah timur melalui Jalan Hasanudin, selanjutnya menuju Jalan Pemuda. Sementara itu, sistem satu arah diberlakukan ke utara di Jalan KBP Duryat.
“Informasi ini resmi disampaikan oleh Satlantas Polres Kediri Kota dan diimbau kepada pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas selama masa pelaksanaan rekayasa berlangsung,” tulisnya dalam akun resmi Satlantas Polres Kediri Kota.
Kegiatan KKM 2025 sendiri digelar di Halaman Balai Kota Kediri sebagai kolaborasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri dan Pemerintah Kota Kediri. Mengangkat tema “Perkuat Sinergi dan Digitalisasi, Merajut Ekonomi dan Budaya Berkelanjutan”, acara ini menjadi bagian dari rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2025.
KKM 2025 menjadi wujud nyata komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui digitalisasi UMKM dan ekonomi kreatif berkelanjutan.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia (GBWI), serta sinergi dengan 13 pemerintah kota/kabupaten eks Keresidenan Kediri dan Madiun dalam memajukan sektor ekspor dan pariwisata berbasis lokal.
Bank Indonesia Kediri mencatat capaian signifikan dalam pra event KKM 2025. Sejak Januari hingga Juni 2025, mereka berhasil memfasilitasi business matching ekspor komoditas unggulan seperti gula aren, kopi, dan gula kelapa/nira dengan nilai transaksi mencapai Rp6,135 miliar.
Selain itu, lima UMKM dan klaster binaan memperoleh pembiayaan dari perbankan senilai Rp4,575 miliar untuk produk seperti keripik gadung, jamu herbal kemasan, beras, dan bawang merah. Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong UMKM untuk naik kelas dan menembus pasar nasional maupun internasional.
Kepala Perwakilan BI Kediri, Yayat Cadarajat, menekankan pentingnya inovasi digital dan perluasan pasar ekspor bagi UMKM sektor kreatif. “Produk-produk seperti kain tradisional, craft, kopi, dan pangan olahan tidak hanya mencerminkan kekayaan budaya lokal, tapi juga sangat potensial di pasar global,” ujarnya. [nm/ian]






