Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 68 unit hunian sementara telah diserahkan kepada korban tanah bergerak di seluruh wilayah Kabupaten Blitar. Rinciannya 50 unit Huntara (hunian sementara) dibangun di Desa Purworejo Kecamatan Wates
Sementara 48 unit lainnya dibangun di Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Blitar. Serta 21 Huntara lainnya dibangun di Desa Maron dan Kalitengah Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar
Nilai satu rumah Huntara ini adalah Rp. 50 juta rupiah per unit. Hunian sementara untuk korban bencana tanah bergerak ini memiliki lebar 6 meter dengan panjang 6 meter.
Huntara ini dilengkapi dengan satu kamar mandi sederhana serta 1 kamar tidur. Atap yang digunakan pun adalah Asbes dengan rangka galvalum. Kondisi itu dirasa sebagian warga cukup sempit serta panas.
“Anggota keluarga saya ada 3 orang, ya sebetulnya tidak cukup (untuk menampung) tapi adanya ini ya dicukup-cukupkan,” kata Karsianto, penerima Huntara di Desa Balerejo Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar, Jumat (26/01/24).
Bangunan Huntara ini terlihat cukup sederhana tanpa ada ruangan khusus untuk dapur. Korban tanah bergerak pun juga bingung akan memasak dimana. Pasalnya jika mereka memasak di ruangan tengah maka asap dari kompor akan menambah panas suhu di dalam rumah.
Atap bangunan yang terbuat dari asbes juga dikeluhkan oleh para korban bencana tanah bergerak. Menurut warga saat siang huntara terasa sangat panas dan pengap.
“Kalau siang ya panas soalnya atapnya asbes dan jendelanya juga cuma kecil,” tegasnya.
Meski demikian para korban bencana tanah bergerak masih tetap bersyukur. Pasalnya meski bangunannya hanya sederhana, namun rumah hunian sementara ini jauh lebih aman.
“Rumah yang dulu kan rusak parah akibat tanah bergerak tapi sudah diperbaiki, kalau disini bisa lebih aman lah,” tutupnya.
Sementara itu BPBD Kabupaten Blitar menjelaskan bahwa hunian ini hanya bersifat sementara. Huntara ini sengaja dibangun sebagai langkah awal penyelamatan jiwa.
“Ini memang langkah awal penyelamatan jiwa sehingga ibu Bupati mengusulkan ke bu Gubernur untuk membantu warga yang terdampak,” kata Ivong Berttyanto, Kepala BPBD Kabupaten Blitar.
BPBD Kabupaten Blitar menegaskan bahwa ini hanya hunian sementara. Huntara ini bisa ditempati korban terdampak bencana tanah bergerak hingga mereka mampu membangun rumah sendiri di lokasi yang lebih aman.
“118 Huntara sementara ini sudah terwujud ini dibangun di atas tanah kas desa, Kita upayakan penyelamatan jiwa yang utama sembari nanti menunggu mereka para korban bencana tanah bergerak ini bisa mandiri,” tutupnya. (Owi/ted)






