Surabaya (beritajatim.com) – Aksi Begal bermodus ngaku sebagai anggota polisi meneror kota Surabaya. Korbannya, Saad Abdullah (22) asal Indrapura Jaya Tengah dan Irwansyah (16) asal Kebalen Kulon. Keduanya menderita luka-luka usai dipukulo 6 orang pembegal yang mengaku polisi, Senin (07/08/2023).
Saad Abdulah menceritakan bahwa saat itu mereka menuju arah Jalan Sidotopo pada pukul 1 dini hari. Mereka lantas berhenti di salah satu penjual ayam geprek. Usai makan, mereka dihampiri 6 orang pria dengan rentan usia 30-40 tahun. “Ada 3 motor. Masing-masing goncengan dua orang mas,” ujar Saad ketika diwawancarai awak media, Sabtu (12/08/2023).
Ia sempat curiga karena sepeda motor yang dikendarai oleh komplotan pembegal dengan modus ngaku anggota polisi itu tidak menggunakan plat nomor. Namun, saat itu salah satu dari mereka menunjukan pistol dan kartu anggota. “Saya dituduh pelaku kriminal. Saya dipaksa ikut, katanya di ajak ke kantor polisi,” imbuh Saad Abdullah.
Menurut Saad Abdullah, saat gerombolan pembegal menuduh dirinya kriminal, ada beberapa orang di lokasi. Namun, warga hanya diam dan melihat. Abdul memprediksi jika warga percaya jika 6 orang yang berpakaian serba hitam itu memang polisi. Saad Abdullah pun ikut dengan gerombolan itu bersama temannya Irwansyah. Sepeda motornya dibawa oleh salah satu pelaku.
Namun, Irwansyah dan Saad Abdullah tidak dibawa ke kantor polisi. Mereka justru dibawa ke Jalan Merr dekat kampus C Unair. Di lokasi itu, Irwansyah dan Saad Abdullah dipukuli. Handphone keduanya juga diambil. Ketika kedua korban sudah lemas, mereka diajak pergi kembali ke tujuan yang belum diketahui. “Pas saya mau diajak itu kontak motornya saya cabut terus saya lari ke arah jalan besar,” kata Saad Abdullah.
Beruntung, saat itu ada pengendara mobil. Kedua korban meminta pertolongan kepada pengendara mobil yang lewat. Melihat pengendara mobil berhenti, keenam begal yang mengaku polisi itu kabur.
Melihat komplotan begal itu kabur, Saad lantas mengambil sepeda motornya dan mengejar gerombolan begal itu. Sambil berteriak begal. Namun, saat di Jalan Pacar Keling gerombolan begal itu lolos.
Abdul sempat mendatangi Polsek Semampir untuk membuat laporan. Tetapi polisi menyarankan korban membuat laporan di Polsek Kenjeran sesuai wilayah hukum atas tempat kejadian perkara. “Sempat lapor di Polsek Semampir. Tanggapannya saya disuruh lapor ke Polsek Kenjeran. Malam itu, saya gak melanjutkan karena masih syok dan sampai sekarang belum laporan,” pungkasnya. (ang/kun)
BACA JUGA: Polsek Sukolilo Amankan 2 Begal, Pergumulan Sempat Terjadi






