Banyuwangi (beritajatim.com) – Pesona event BEC yang diikuti ratusan talent dengan mengusung tema “Perang Bayu-The Great War of Blambangan” tersebut masih terus menyita perhatian publik.
Dari ratusan talent yang tersedia, terdapat puluhan wisatawan mancanegara yang turut ambil bagian dalam parade budaya tahunan tersebut. Mereka berasal dari Inggris, Belgia, Amerika Serikat, Swedia, Pakistan, Afrika, dan berbagai negara lainnya.
Keikutsertaan wisatawan asing tersebut menjadikan BEC tidak lagi sekadar menjadi pertunjukan budaya, tetapi juga berkembang sebagai ruang interaksi budaya yang melibatkan masyarakat dunia.
Para bule mengaku terkesan dengan kekayaan budaya Banyuwangi. Mereka menilai setiap kostum yang dikenakan memiliki filosofi yang kuat, didukung keramahan masyarakat serta semangat gotong royong yang mereka rasakan sejak persiapan hingga pelaksanaan acara.
Wisatawan asal Belgia, Jerome mengaku antusias karena kunjungan pertamanya ke Indonesia bertepatan dengan penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival.
“Saya sangat excited. Ini pertama kali saya ke Indonesia, pertama kali juga ke Banyuwangi dan bertepatan dengan digelarnya event BEC. Saya merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari agenda akbar masyarakat Banyuwangi ini,” ujar Jerome.
Selama karnaval berlangsung, ribuan warga memadati sepanjang 2 kilometer rute parade kolosal tersebut. Meskipun parade baru digelar pukul 13.00, sejak pagi banyak yang telah berdatangan untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan event yang memasuki tahun ke-14 tersebut.
Seluruh masyarakat tumplek blek memadati jalur hingga rela berpanas-panasan demi menyaksikan kemegahan parade tahunan tersebut.
Kisah heroik perjuangan masyarakat Banyuwangi melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18 dan menjadi bagian penting sejarah berdirinya Banyuwangi.
Sedangkan Melissa Curtis, talent mancanegara dari Inggris mengaku kagum setelah mengetahui filosofi yang terkandung dalam kostum yang dikenakannya.
“Amazing experience. Pakaian yang saya kenakan ini ternyata sarat filosofi,” jelas Melissa.
Peserta lain, Cynthia asal Belanda juga turut terkesan dengan BEC. Dia mengapresiasi kreativitas para talent yang membuat kostum dengan atraktif dan memiliki sejarah. Ditambah meriahnya penonton dan tepuk tangan sepanjang jalan membuatnya tak henti kagum dengan event yang digelar.
“Amazing, sangat kagum dengan kostumnya yang megah. Yang paling menarik adalah history yang diangkat pada pertunjukkan ini, semuanya bagus dan indah. Saya juga bahagia, orang-orang di sini ramah, suatu saat saya akan kesini lagi,” kata Cynthia. [alr/aje]






