Lumajang (beritajatim.com) – Penemuan mayat bayi yang terbungkus tas di perkebunan tebu milik warga di Desa Mangunsari, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, menggegerkan warga sekitar.
Sosok bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Zainuri Rofik, seorang petani yang hendak pulang dari kebunnya pada hari Jumat (10/5/2024) siang.
Rofik yang curiga dengan tas punggung berwarna tosca yang tergeletak di jalan setapak, kemudian membukanya dan menemukan sesosok bayi yang dibungkus sarung dalam keadaan sudah meninggal dunia.
Terkejut dengan penemuan tersebut, Rofik berteriak minta tolong dan bersama warga sekitar melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tekung.
Menurut keterangan Kapolsek Tekung, Iptu Sujianto, bayi berjenis kelamin laki-laki dengan usia sekitar satu hari dan tali pusar yang masih melekat di perut. Hingga saat ini, penyebab bayi tersebut dibuang di lokasi masih belum diketahui dan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.
“Terkait siapa yang membuang bayi tersebut saat ini masih dalam penyelidikan. Kondisi bayi tersebut baru lahir dan masih ada tali pusar di perut,” jelas Iptu Sujianto.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Bayi tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit dengan ambulans untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Penemuan bayi ini viral di media sosial grup Whatsapp warga Tekung dan mengundang rasa penasaran warga sekitar. Puluhan warga berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian untuk melihat langsung.
Kasus penemuan bayi terbungkus tas ini menambah daftar panjang kasus pembuangan bayi di Indonesia. Motif di balik pembuangan bayi ini masih menjadi misteri dan diharapkan dengan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, pelaku dapat segera ditemukan dan dihukum seadil-adilnya. (vid/ted)






