Lumajang (beritajatim.com) – Kasus pencurian sepeda motor yang menimpa empat mahasiswa KKN Kolaboratif di Lumajang semakin menarik perhatian publik. Polres Lumajang, bersama dengan Tim Khusus dari Polda Jatim, kini semakin mendekati titik terang dalam mengungkap pelaku yang meresahkan mahasiswa yang tengah mengabdi di wilayah tersebut.
Total, ada empat sepeda motor yang hilang dicuri, masing-masing milik tiga mahasiswa dari Universitas Jember (Unej) dan satu mahasiswa dari UIN KHAS Jember. Kejadian ini telah membuat 1.328 mahasiswa KKN dari delapan perguruan tinggi terpaksa ditarik lebih awal dari program pengabdian mereka.
Kejadian ini tentu saja menjadi sorotan banyak pihak, baik dari kalangan mahasiswa, warga, hingga aparat kepolisian.
Pihak kepolisian, baik Polres Lumajang maupun Polda Jatim, kini mengerahkan Tim Khusus (Timsus) Subdit III Jatanras Ditreskrimum untuk menangani dan memburu pelaku pencurian motor (curanmor) ini. Polres Lumajang juga telah membentuk tim khusus yang bertugas untuk mengungkap kasus tersebut secepat mungkin.
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, mengungkapkan bahwa proses penyelidikan terus berjalan dan pihaknya telah memfokuskan perhatian pada dua titik kejadian di Kecamatan Ranuyoso dan Tempeh.
“Insyaallah kami mohon doanya agar segera tertangkap dan terungkap pelaku curanmor terhadap adik-adik mahasiswa yang melaksanakan KKN di Lumajang,” ujar Alex dalam keterangannya pada Senin, 11 Agustus 2025.
Menurut Alex, sejauh ini, pihak kepolisian sudah berhasil mengumpulkan informasi mengenai identitas pelaku, dan penyelidikan semakin mendekati titik terang. “Ya, kita sejauh ini sudah melaksanakan penyelidikan dengan beberapa informasi yang sudah semakin dekat,” tambahnya.
Pihak kepolisian juga menjanjikan bahwa setelah kasus ini terungkap, mereka akan segera mengumumkan hasilnya kepada masyarakat. “Mohon doanya agar segera terungkap, begitu terungkap akan segera kita rilis,” kata Kapolres Lumajang. [has/suf]






