Bojonegoro (beritajatim.com) – Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto menuai kritik setelah membatalkan mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Bojonegoro secara mendadak. Alasan pembatalan yang tidak jelas menimbulkan berbagai persepsi dan pertanyaan di kalangan masyarakat.
Mantan Ketua DPRD Bojonegoro periode 1999-2004 Anwar Sholeh menilai Pj Bupati Adriyanto tidak transparan dalam memberikan alasan pembatalan mutasi. Menurutnya, surat undangan pelantikan yang sudah diterima para pejabat ditarik kembali tanpa penjelasan yang memuaskan.
“Pj Bupati harus bisa melihat kondisi politik di Bojonegoro. Banyak pejabat yang terang-terangan melakukan politik praktis, dan Pj Bupati harus berani bertindak,” ujar Anwar Sholeh, Jumat (23/2/2024).
Anwar Sholeh menduga Pj Bupati Adriyanto tunduk pada tekanan pihak luar sehingga membatalkan mutasi. Ia menilai Pj Bupati tidak seharusnya takut dalam menentukan kebijakan di wilayah kerjanya.
“Pj Bupati harus berani mengambil kebijakan dan melangkah meskipun mendapatkan tekanan. Ia ditugaskan presiden untuk memperbaiki Kabupaten Bojonegoro,” tegasnya.
Sementara itu, Pj Bupati Adriyanto melalui WhatsApp menjelaskan bahwa pembatalan mutasi disebabkan agenda lain di Jakarta yang harus dihadiri secara langsung. Ia tidak berkomentar terkait dugaan tekanan dari pihak luar. [lus/beq]






