Bojonegoro (beritajatim.com) – Rekomendasi DPD Partai NasDem Bojonegoro untuk mengusung calon bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bojonegoro 2024 sudah turun. Rekomendasi itu diberikan kepada Anna Mu’awanah.
Namun, sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Nasional Demokrat (NasDem) menolak hasil rekomendasi tersebut. Bentuk penolakan yang dilakukan adalah dengan cara walk out saat pembacaan surat rekomendasi di depan Anna Mu’awanah.
Pembacaan surat rekomendasi dilakukan Sekretaris DPD Partai NasDem Helly Soeharjono di kantor DPD Partai NasDem dengan dihadiri oleh Anna Mu’awanah, sejumlah pengurus serta anggota legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) serta kader Partai NasDem.
Seperti yang dilakukan Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Padangan, Ibnu Mugni. Ia memilih walk out saat pembacaan rekomendasi kepada Anna Mu’awanah sebagai calon bupati yang diusung Partai NasDem karena tidak sesuai aspirasi kader yang di bawah. “Karena kader dibawah tidak menghendaki rekomendasi kepada Bu Anna. Sehingga walk out,” ujarnya, Rabu (26/6/2024).
Menurutnya, mayoritas kader yang di bawah tidak menghendaki rekomendasi calon yang diusung partai kepada Anna Mu’awanah. Dari 28 DPC, sedikitnya, kata dia, ada 20 DPC yang menyatakan sikap menolak surat rekomendasi tersebut.
Sementara saat pembacaan rekomendasi itu, hanya ada empat DPC yang walkout, seperti DPC Kecamatan Trucuk, Padangan, Sumberejo, dan Kecamatan Bubulan. “Rekomendasi muncul tiba-tiba, dan tidak pernah ada pembahasan. Sekarang yang menolak sudah kumpul dalam Kaukus Perubahan,” tambah Dewan Pertimbangan DPD Partai NasDem Bojonegoro Alham M Ubay.
Alham menambahkan, dalam Kaukus Perubahan Bojonegoro yang tidak menghendaki rekomendasi kepada Anna Mu’awanah itu karena tidak sesuai aspirasi kader partai di bawah. “Dalam kaukus perubahan ini mereka akan bergerak untuk yang lain,” pungkasnya. [lus/kun]






