Blitar (beritajatim.com) – Program “Kencan Sae” yang baru dirilis oleh Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin langsung diburu oleh para jomblo. Sejak dibuka pendaftaran pada Kamis (17/04/2025) kemarin, sudah ada 51 pendaftar program “Kencan Sae”.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana Kota Blitar, Parminto mengatakan, program inisiatif walikota Blitar, Syauqul Muhibbin yaitu “Kencan Sae” akan dirilis pada puncak hari jadi kota Blitar ke 119 atau tepatnya di tanggal 26 April 2025 mendatang. Meski begitu program ini sudah dibuka pendaftarannya.
“Saat pendaftaran hari pertama kemarin sudah ada 52 orang yang mendaftar program Kencan Sae targetnya di awal ini ada 200 orang,” ucap Parminto, Sabtu (19/04/2025).
Program “Kencan Sae” ini terbuka untuk semua agama, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha hingga Konghucu. Masyarakat yang tertarik untuk ikut program “Kencan Sae” ini pun bisa datang langsung ke kantor DP3AP2KB Kota Blitar.
Adapun syarat mengikuti kegiatan “Kencan Sae” ini diantaranya laki laki dan perempuan yang belum menikah. Usia calon pengantin sudah mencukupi untuk laki laki lebih dari 25 tahun dan perempuan lebih dari 21 tahun. Janda dan duda juga diperbolehkan mengikuti program “Kencan Sae”.
“Kita nanti untuk semua agama pada dasarnya semua agama kalau mau nikah kan ada tuntunannya juga nanti kita tata seperti itu aman karena pemerintah hadir di situ kita berikan pembinaannya dan kita berikan ilmunya pra nikah,” bebernya.
Program “Kencan Sae” ini memiliki tujuan yang baik dengan memberikan pendidikan pernikahan kepada calon pengantin. Selain itu program ini juga diharapkan bisa mencegah stunting.
“Jadi insyaallah tanggal 26 April ada pesta rakyat itu nanti akan di launching program-program Mas Wali di pondasi 5 tahun ke depan termasuk Kencan Sae,” tegasnya.
Sebelumnya, walikota Blitar baru telah menyiapkan program baru untuk masyarakat yang masih belum menikah atau jomblo. Program ini diberi nama “Kencan Sae”. Program “Kencan Sae” ini sengaja dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus fasilitasi bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan diri menuju pernikahan.
Banyak masyarakat yang antusias dengan program ini. Namun meski begitu, sebagian masyarakat juga kontra dengan program ini. (owi/ian)







2 Komentar
Bagus aku suka program ini
Say ingin cari jodoh