Mojokerto (beritajatim.com) – Selain kelancaran arus lalu-lintas dan jalur penyeberangan, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) serta Bahan Bakar Minyak (BBM) juga perlu mendapatkan perhatian. Hal tersebut disampaikan Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S. Marunduri saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2025.
Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri, Polres Mojokerto Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2025. Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2025 berlangsung di Lapangan Gajah Mada Mapolres Mojokerto Kota, Kamis (20/3/2025).
Operasi Ketupat Semeru 2025 berlangsung mulai tanggal 23 Maret sampai dengan tanggal 8 April 2025. Dalam Operasi Ketupat Semeru 2025, Polres Mojokerto Kota membuka layanan 110 gratis untuk mempercepat respons dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat mengenai mudik lebaran.
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S. Marunduri. Turut hadiri Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Dr. Muhammad Rizal Octavian serta Dandim yang diwakili Kasdim Mayor Suwadi dan diikuti oleh ratusan personel gabungan dari TNI-Polri, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya.
Dalam amanatnya, AKBP Daniel menegaskan, jika operasi tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan mudik, serta menjaga ketertiban selama perayaan Hari Raya Idul Fitri. “Prioritaskan pelayanan ramah dan responsif selama mudik Lebaran 2025,” ungkapnya.
AKBP Daniel meminta petugas untuk memberikan pelayanan secara humanis, memberi edukasi cegah microsleep, melakukan pengecekan pengemudi dan kendaraan, serta menyiagakan personel di titik rawan demi kelancaran dan keselamatan arus mudik. Dalam Operasi Ketupat Semeru 2025, Polres Mojokerto Kota mendirikan tiga pos pengamanan dan pelayanan.
“Tiga pos pengamanan dan pelayan ditempatkan di titik-titik strategis, termasuk jalur utama mudik, terminal, serta pusat keramaian. Selain itu, patroli intensif juga akan dilakukan guna mencegah potensi gangguan Kamtibmas selama periode Lebaran yakni mulai tanggal 25 Maret sampai dengan 8 April 2025,” katanya.
AKBP Daniel juga menegaskan mengenai pelaksanaan pengawasan terkait stabilitas harga bapokting yang berpotensi menjadi kerawanan Sitkamtibmas. Dengan kesiapan penuh dari seluruh unsur yang terlibat, pihaknya ingin memastikan bahwa arus mudik dan perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
“Selain kelancaran arus lalu lintas dan jalur penyeberangan, stabilitas harga dan ketersediaan bapokting serta BBM juga perlu mendapatkan perhatian,” teganyas. [tin/ian]






