Ponorogo (beritajatim.com) – Tinggal satu hari sebanyak 194 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Ponorogo akan berangkat. Ya, rencananya besok hari Senin (6/6) para jemaah tersebut diberangkatkan oleh Bupati Sugiri Sancoko di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo. Pada hari Minggu (5/6) ini, jadwalnya mengumpulkan koper yang akan dibawa jemaah ke tanah suci di negara Arab Saudi.
Ada pemandangan yang berbeda dalam pengumpulan koper para jemaah ini. Banyak dari koper jemaah ini dibongkar kembali di tempat pengumpulan. Hal itu disebabkan, sebagian besar para jemaah calon haji ini membawa barang over isi dari yang sudah ditentukan.
Ketentuan berat koper para CJH tahun ini, berbeda dengan berat pada penyelenggaraan ibadah haji dari sebelum-sebelumnya. Selain pembatasan umur bagi jemaah yang berangkat, untuk berat koper yang dibawa juga dikurangi.

Jika sebelumnya beratnya sampai 30 kilogram, untuk tahun ini dikurangi menjadi 15 kilogram. Kebijakan baru ini membuat koper milik CJH asal Ponorogo banyak yang dibongkar, sebab melebihi berat yang telah ditentukan.
“Pengurangan berat koper ini berlaku tahun ini, jika sebelum-sebelumnya boleh seberat 30 kilogram lebih, kali ini hanya diperbolehkan membawa koper seberat 15 kilogram,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo, Muhammad Nurul Huda, Minggu (5/6/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”haji”]
Huda menjelaskan bahwa sebenarnya sebelumnya sudah diumumkan terkait kebijakan itu, namun masih ada saja sejumlah calon haji yang membawa koper yang beratnya melebihi dari yang sudah ditentukan. Hal itu terlihat saat petugas menimbang satu per satu koper.
“Untuk memastikan berat koper 15 kilogram, ya kita timbang satu per satu,” katanya.
Mereka yang kopernya melebihi berat yang ditentukan itu, kebanyakan membawa bahan makanan, seperti beras, gula dan mi instan. Padahal di tanah suci nanti mereka makannya sudah dijamin. Yakni makan sebanyak 3 kali dalam sehari.
“Masih urusan perut yang membuat koper jemaah melebihi berat yang ditentukan. Disana jangan takut kelaparan, sebab sehari juga dijatah 3 kali,” pungkasnya. [end/but]






