Denpasar (beritajatim.com) – Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur terus menunjukkan geliat yang positif. Hal ini dibuktikan dengan kesuksesan misi dagang dan investasi yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan diikuti oleh 3 UMKM binaan Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim).
Berlangsung di Hotel Aston Denpasar pada Selasa (25/6/2024), misi dagang bertajuk “Meningkatkan Jejaring Konektivitas Antara Pemprov Jatim dan Pemprov Bali” ini menghasilkan transaksi senilai Rp425 miliar. Angka ini menjadi rekor tertinggi transaksi dalam misi dagang yang pernah diadakan di tahun 2024.
“Kami sangat senang dengan semangat para pelaku usaha dari Jawa Timur dan Bali. Misi dagang ini menjadi ajang bagi mereka untuk bertemu, menjalin kerjasama, dan membuka peluang baru dalam mengembangkan usaha mereka,” ujar Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono.
Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menambahkan, “Bankjatim selalu berkomitmen untuk mendukung UMKM Jawa Timur agar dapat berkembang dan bersaing di pasar nasional maupun internasional. Salah satu upaya kami adalah dengan membantu mereka memperluas jaringan pasar melalui berbagai program dan kegiatan, seperti misi dagang ini.”
Dalam misi dagang kali ini, Jawa Timur berhasil menjual berbagai komoditas senilai Rp301,19 miliar. Diantaranya adalah pakan ikan dan udang, benih tanaman, rokok, mesin TTG, daging beku, beras, daging bebek, produk fashion, daging sapi, fillet Dori, gurita, makanan ringan, buah-buahan, mesin jahit, bawang merah, pupuk, kedelai, dan kapulaga hijau.
Sementara itu, Jawa Timur juga membeli komoditas dari Bali senilai Rp123,8 miliar, meliputi kunyit kering, biji kopi, hasil perikanan, dan kelapa.
Kesuksesan misi dagang ini diharapkan dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi bagi Jawa Timur dan Bali, khususnya bagi para pelaku UMKM di kedua provinsi. [rea/beq]






