Surabaya (beritajatim.com) – Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) menelurkan pengembang perangkat lunak muda lewat kompetisi FlutterFlow Build-Thru 2026. Ajang ini menantang peserta membangun aplikasi digital utuh dalam hitungan jam.
Acara ini menggandeng Flutterflow Surabaya, IAIS Jatim, IEEE Student Branch ISTTS, dan Garuda Spark. Kaprodi S1 Sistem Informasi Bisnis sekaligus S1 Manajemen Bisnis Digital ISTTS, Prof. Esther Irawati Setiawan turut hadir dalam acara.
“Platform low-code memangkas waktu pembuatan sistem. Peserta kini fokus pada inovasi ide tanpa terhambat kerumitan penulisan kode dasar,” jelas Esther yang juga Google Expert Cloud dan AI tersebut, dikutip Senin (28/7/2026).
Sejumlah pakar industri turun tangan memberikan materi di Auditorium ISTTS. Ibnu Sina Wardy, Kevin Jonathan Halim, dan Achmad Ilham Imanuddin membahas integrasi kecerdasan buatan hingga manipulasi kode khusus.
“Karya mereka sangat relevan dengan kebutuhan industri. Kita butuh talenta digital yang tangkas merespons masalah nyata di masyarakat sekitar,” tambah Esther.
Penilaian karya dikawal ketat oleh tim juri independen. Peneliti Universitas Darussalam Gontor, Oddy Virgantara Putra memastikan seluruh purwarupa memenuhi standar arsitektur pengembangan produk yang layak.
Tim Dominus Terrae merebut juara pertama kategori SMA sederajat lewat aplikasi Simbio. Posisi kedua ditempati tim Mokleters yang merancang purwarupa LaporSini.
Kategori umum dimenangkan oleh tim Opsfix lewat aplikasi bernama sama. Tony Chandra kemudian menyusul di posisi kedua berkat inovasi perangkat lunak FitAsia.
Para pemenang membawa pulang uang tunai, pernak-pernik eksklusif, dan sertifikat internasional. Mereka juga menerima catatan evaluasi praktisi sebagai bekal menyusun portofolio karir. [ipl/kun]






