Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang penutupan tahun 2024, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim/BJTM) berhasil mencatatkan tonggak sejarah sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbesar di Indonesia dalam Kelompok Usaha Bank (KUB). Prestasi ini mencerminkan kerja keras serta komitmen seluruh insan BJTM, sekaligus menjadi bukti nyata atas kepercayaan dari nasabah, investor, dan masyarakat Jawa Timur.
Sebagai bagian dari strategi besar, BJTM kini menjadi perusahaan induk bagi lima BPD melalui KUB. Kelima bank tersebut adalah Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank NTT, Bank Banten, dan Bank Sultra.
Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menciptakan sinergi dan kolaborasi guna tumbuh bersama membangun Indonesia.
“Dari aspek permodalan, kami telah mengalokasikan penyertaan modal lebih dari Rp 300 miliar kepada lima BPD tersebut. Sedangkan dari aspek bisnis dan keuangan, BJTM akan mensinergikan potensi bisnis, baik dari sisi produk maupun jasa perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing bank,” papar Busrul, Senin (30/12/2024).
Busrul menambahkan, sinergitas KUB BJTM meliputi tiga aspek utama yakni permodalan dengan penyertaan modal lebih dari Rp300 miliar. Bisnis dan keuangan dengan konsolidasi laporan keuangan serta pengembangan produk dan jasa perbankan. Juga pendukung lainnya yakni value creation beyond business melalui penguatan GCG, budaya korporasi, dan teknologi informasi. Langkah strategis ini juga merupakan bentuk respon aktif BJTM terhadap road map penguatan BPD 2024-2027 yang diluncurkan oleh OJK.
Selain itu, BJTM telah mempersiapkan diri melalui transformasi pada lima pilar bisnis utama yakni peningkatan keunggulan di bidang human capital, penguatan struktur organisasi yang adaptif, sinkronisasi prosedur berbasis prinsip kehati-hatian, peningkatan utilitas teknologi informasi, serta implementasi aksi korporasi untuk pembentukan KUB.
”Dipercayanya bankjatim untuk bekerja sama dengan lima BPD ini semakin memperkuat positioning BJTM sebagai institusi yang memiliki kapasitas dan kapabilitas mumpuni. Bersama, kami akan membangun pondasi keuangan kokoh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” ungkap Busrul.
Kinerja solid BJTM terlihat dari capaian periode November 2024 meliput: Aset yang mencapai Rp109,09 triliun, penyaluran kredit Rp63,90 triliun, penghimpunan dana pihak ketiga Rp87,96 triliun, dan laba Rp1,02 triliun.
Inovasi layanan keuangan melalui Jconnect juga mencatatkan 811.575 pengguna pada November 2024. ”Hal ini menunjukkan peran BJTM yang terus bergerak bersama masyarakat dan pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” tambah Busrul. [rea/beq]






