Surabaya (beritajatim.com) – Industri sepatu kian lesu sejak 2018 lalu, omzetnya alami penurunan hingga 70 persen.
Hal tersebut diakibatkan tutupnya pabrik sepatu Bata di Purwakarta Jawa Barat, membuat banyak pihak terkejut pasalnya sepatu bata dinilai sebagai brand alas kaki yang legendaris dan populer.
Meski begitu kondisi industri alas kaki saat ini juga diakui perajin sepatu di Surabaya sudah tak seperti dulu. Bahkan sejak 2018 penjualan alas kaki kian lesu bahkan terjun bebas hingga omzet turun 70 persen.
Bahkan di tiap sesion yang biasa ramai pembeli seperti tahun baru hari raya hingga back to school, namun saat ini kondisinya sudah tak menentu.
Jayati perajin sepatu mengakui semakin derasnya sepatu import dengan kualitas dan harga yang lebih murah dinilai perajin sepatu menjadi salah satu faktor sepinya pembeli alas kaki saat ini.
“Sangat parah ya kondisi saat ini, bahan baku yang mahal dan harus impor membuat harga dari alas kaki kurang bisa bersaing dengan produk alas kaki impor,” kata Jayati.
Perempuan yang sudah mengeluti bisnis sepatu sejak 30 tahun silam ini juga menambahkan jika dahulu dalam sehari bisa memproduksi hingga 5000 pasang sepatu namun saat ini hanya bergantung pada pesanan.
Namun beruntung perajin sepatu di surabaya masih dapat bertahan lantaran adanya pesanan dari instansi pemerintah untuk sepatu siswa sekolah. (ted)





