Sumenep (beritajatim.com) – Banjir rob dan angin kencang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep, Madura. Diantaranya terjadi di Kecamatan Ambunten, Kecamatan/ Pulau Raas, Kecamatan Arjasa Pulau Kangean, Kecamatan Gayam Pulau Sepudi, dan Kecamatan/ Pulau Sapeken.
“Bencana alam itu terjadi sejak Jumat pagi hingga malam. Pagi angin kencang yang menyebabkan pohon roboh melintang di jalan, kemudian tadi malam banjir rob dan gelombang pasang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, Sabtu (24/12/2022).
Ia menjelaskan, pohon roboh itu terjadi di Pasongsongan dan Bluto. Sempat menimbulkan kemacetan, karena pohon melintang di jalan poros utama. “Petugas kami bersama aparat dibantu masyarakat, gotong royong menggergaji pohon dan menyingkirkannya di pinggir jalan,” terangnya.
Sedangkan banjir rob akibat gelombang pasang terjadi di dua desa di Kecamatan Ambunten, yakni Desa Tambaagung Barat dan Desa Ambunten timur. Di dua desa ini, air laut pasang masuk ke rumah warga. Hempasan gelombang kencang menyebabkan sejumlah rumah di wilayah tersebut mengalami kerusakan.
“Data sementara petugas kami, ada 6 rumah yang rusak dan sebagian roboh di Kecamatan Ambunten. Kemudian plengsengan tangkis laut rusak dihantam ombak,” ujar Wahyu.
Selain itu, banjir rob dan gelombang pasang juga terjadi di Pulau Mamburit Kecamatan Sapeken, Pulau Tonduk Kecamatan Raas, dan Pelabuhan Tarebung Kecamatan Gayam Pulau Sepudi.
“Daerah yang terkena banjir rob ini semuanya merupakan daerah pesisir. Selain rumah, yang juga mengalami kerusakan itu jalan paving menuju pelabuhan, serta tangkis laut,” papar Wahyu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sumenep”]
Ia menambahkan, untuk bencana di Ambunten, petugas BPBD masih di lapangan untuk melakukan assesment atau analisa dan penghitungan penyebab serta dampak bencananya.
“Petugas kami juga mendata jumlah bangunan yang terdampak berikut kerusakan yang terjadi. Sedangkan untuk yang di wilayah kepulauan, kami meminta bantuan Tagana setempat,” ucapnya. [tem/but]







