Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Khairul Anwar mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera melakukan riset untuk mengetahui penyebab banjir parah
KUMPULAN BERITA Banjir Sumenep
Banjir yang terjadi di Sumenep Selasa (13/05/2025) diduga salah satu penyebabnya penggundulan hutan dan penebangan liar untuk alih fungsi lahan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur telah merilis waspada cuaca ekstrem selama satu pekan ini akibat perubahan atmosfer.
Banjir di beberapa lokasi di Sumenep pada Selasa (13/05/2025) dinilai akibat buruknya drainase di beberapa titik, terutama di wilayah Kota Sumenep.
Banjir Sumenep. Sedikitnya 6 hektare lahan pertanian di beberapa daerah di wilayah Sumenep terendam banjir. Akibatnya, petani terancam gagal panen.
Puluhan rumah di Desa Patean, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep Madura masih terendam banjir. Hingga Rabu (14/05/2025), ketinggian air
Banjir rendam jalur utama Sumenep–Pamekasan, arus lalu lintas dialihkan lewat Lenteng. Sepeda motor disarankan tidak melintas karena berisiko mogok.
Banjir yang terjadi di sejumlah daerah di wilayah Sumenep pada Selasa (13/05/2025) dinilai perlu penanganan serius dari hulu ke hilir.
Hujan deras yang mengguyur Sumenep pada Selasa (13/05/2025) menyebabkan jebolnya tanggul di sisi barat atau di belakang kantor UPT Pengairan.
Jalur utama Sumenep-Pamekasan terendam banjir, dampak hujan dalam tiga hari terakhir. Puluhan sepeda motor pun mogok lantaran nekat menerjang genangan air









