Surabaya (beritajatim.com) – Hujan berintensitas tinggi kembali memicu banjir di sejumlah kawasan Kota Surabaya pada awal tahun 2026. Genangan air dilaporkan terjadi di wilayah Rungkut, Simo, hingga Pakis sejak Minggu (4/1/2025) sore.
Di Rungkut Menanggal Harapan, air mulai naik sejak petang dan terus bertambah hingga malam hari. Sejumlah rumah warga terdampak karena air masuk ke dalam permukiman dan belum juga surut dalam beberapa jam.
“Mulai jam lima sore air sudah kelihatan naik, terus masuk rumah. Sampai jam setengah delapan malam ini masih belum surut,” ujar Acisah saat ditemui di lokasi.
Warga menyebut upaya penanganan darurat sempat dilakukan Pemerintah Kota dengan mengirimkan armada pendukung. Namun hingga malam hari, genangan masih bertahan di sejumlah titik.
“Tadi sebelum Maghrib ada mobil tangki dari Pemkot datang. Katanya buat bantu penanganan di sekitar sini,” imbuhnya.
Menurut warga, kawasan Rungkut Menanggal Harapan memang kerap mengalami genangan saat hujan deras. Meski demikian, kondisi banjir kali ini dinilai berbeda dibandingkan kejadian sebelumnya.
“Kalau hujan deras biasanya memang cepat naik. Tapi kalau cuma gerimis dulu malah cepat surut, apalagi sejak ada rumah pompa,” jelasnya.
Acisah menambahkan, banjir ini menjadi kejadian pertama sejak dibangunnya rumah pompa di kawasan tersebut. Ketinggian air yang cukup signifikan membuat warga terkejut karena terjadi relatif cepat.
“Setelah ada rumah pompa, ini baru pertama kali banjir lagi. Tapi ini lumayan tinggi. Info dari Pak RT, sungai yang jadi pembuangan air itu meluap, makanya air tiba-tiba naik,” katanya.
Warga berharap genangan tidak berlangsung lama agar aktivitas rumah tangga bisa kembali normal. Mereka juga meminta penanganan dilakukan lebih maksimal, terutama di titik rawan luapan sungai.
“Semoga cepat surut, biar tidak berlama-lama di rumah,” ucapnya.
Selain Rungkut, banjir juga dilaporkan terjadi di kawasan Simo dan Pakis dengan ketinggian air bervariasi. Kondisi tersebut menyebabkan mobilitas warga terganggu, terutama pada malam hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, belum memberikan keterangan resmi karena masih fokus melakukan penanganan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Surabaya mengoberasikan petugas serta rumah pompa di sejumlah titik untuk mempercepat surutnya genangan dan memantau debit air sungai. [asg/but]






