Surabaya (beritajatim.com) – Dua bandit Curanmor kembali beredar di Surabaya. Kali ini, mereka mengambil motor milik Devi Oktaviana (22) warga yang indekos Jalan Ketintang, Minggu (16/1/2022).
Devi menjelaskan, Honda Beat S 2174 CP miliknya saat itu terparkir di dalam kos. Ia yakin bahwa saat itu motor sudah dalam kondisi kunci ganda.
“Saat saya berada di dalam kos dan keluar sudah tidak ada. Padahal malamnya saya ingat sudah dikunci setir,” kata Devi, Rabu (26/1/2022) sore.
Mengetahui hal itu, Devi pun panik. Ia lalu berupaya mencari keberadaan motornya ke sekitar tempat kos. Sayang, usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Ia hanya berhasil menemukan rekaman CCTV dari sebuah rumah toko (Ruko).
Dari rekaman itu, Devi mendapati motor miliknya dibawa kabur dua pria tak dikenal dengan cara mendorong dengan satu kaki menggunakan motor lain. Satu pelaku saat itu memakai setelan pakaian celana dan jaket biru serta bermasker. Sementara pelaku lain memakai setelan pakaian jaket hitam, dan bermasker hitam.
“Dari rekaman CCTV, kejadian pada pukul 05.30 ada dua orang laki-laki. Bertindak mencurigakan di parkiran kos,” imbuhnya.
Selain motor, Devi mangaku pernah kehilangan berkas ijazah dalam bagasi motor. Namun, berkas dokumen itu bisa kembali setelah ditemukan warga di Jl Raya Banyu Urip.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kriminal-surabaya”]
Akibat insiden tersebut, Devi mengaku, mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta. Ia juga sudah melaporkan ke kantor polisi. Ia berharap, para pelaku bisa segera disergap mengingat insiden kejahatan serupa kerap terjadi di kawasan sekitar kosnya.
“Saya sudah lapor ke Polsek Wonokromo. Kerugian ya kira-kira Rp 25 juta. Dan perlu diketahui sudah ada 4 kali kejadian,” paparnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian. Saat dikonfirmasi via sambungan telepon, Kanitreskrim Polsek Wonokromo Iptu Sukram, belum bisa memberikan respon. [ang/but]






