Jember (beritajatim.com) – Kabar kerusuhan terdengar dari lapangan sepak bola. Kali ini ajang semifinal Piala Bupati di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (20/12/2021) sore diwarnai baku pukul antara ofisial tim dengan perangkat pertandingan serta beberapa orang.
Keributan terjadi saat pertandingan antara Arsenal melawan Plasma saat babak kedua menyisakan waktu sekitar 15 menit. Dalam video berdurasi satu menit satu detik yang viral di media sosial, terlihat seorang berpakaian putih-merah mendekati hakim garis dan terjadilah keributan.
Sejumlah orang mencoba memisah. Setelah si pakaian putih-merah pergi, hakim garis mendadak berlari dan memukulnya. Si pakaian putih-merah balas memukul. Namun mendadak ada beberapa orang tak dikenal dalam video itu yang ikut menyerang pria berpakaian putih-merah itu hingga si pria berpakaian putih-merah terjatuh.
Sekretaris Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) PSSI Jember Andi Slamet mengatakan, keributan bermula saat wasit memberikan kartu merah untuk salah satu pemain Plasma.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
“Setelah kejadian itu, pemain Plasma protes karena adanya kartu merah. Di sisi barat, Asisten Wasit 1 dekat dengan ‘bench’ jajaran ofisial Plasma. Salah satu ofisial ngamuk dan memaki Asisten Wasit 1,” kata Andi. Berikutnya terjadilah baku pukul sebagaimana yang viral di media sosial.
Andi mengaku mencoba mengamankan situasi, saat pria berpakaian putih-merah terjatuh kena pukul. “Saya amankan, saya peluk. Saya amankan ke bench. Saya amankan karena mau dipukul terus,” katanya.
Andi menegaskan, wasit berada di bawah lindungan panitia pelaksana. Itulah kenapa ia langsung ikut mengamankan situasi begitu terjadi kericuhan. Pertandingan kemudian berlanjut dan dimenangi Arsenal 1-0. Dalam babak final, Arsenal akan berhadapan dengan Persijatim Jatimulyo dan rencananya akan digelar pada 22 Desember 2021 di Stadion Notohadinegoro. [wir/but]






